Inovasi MANTAN RAKUS RSUD Mohammad Natsir Solok Bantu Pasien Hemodialisa Kendalikan Rasa Haus dan Asupan Cairan

Inovasi MANTAN RAKUS RSUD Mohammad Natsir Solok Bantu Pasien Hemodialisa Kendalikan Rasa Haus dan Asupan Cairan

Redaksi

SOLOK – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Natsir Kota Solok menghadirkan inovasi pelayanan keperawatan MANTAN RAKUS (Manajemen Keperawatan Kulum Batu Es dan Kunyah Permen Xylitol) sebagai upaya membantu pasien Chronic Kidney Disease (CKD) atau gagal ginjal kronik yang menjalani Hemodialisa (HD) dalam mengatasi rasa haus serta mengontrol asupan cairan harian.

Inovasi ini dipelopori oleh Ns. Irdayanti, S.Kep dan diterapkan oleh petugas kesehatan di Unit Hemodialisa RSUD Mohammad Natsir Kota Solok. Sasaran utama program ini adalah pasien hemodialisa dengan melibatkan keluarga sebagai pendamping dalam mengawasi asupan cairan agar pasien terhindar dari risiko overload cairan atau kelebihan cairan tubuh.


Direktur RSUD Mohammad Natsir Kota Solok, dr. Elvi Fitraneti, Sp.PD, FINASIM, mengatakan pada Selasa (7/7/2026), inovasi pelayanan keperawatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien, khususnya bagi pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan mandiri secara berkelanjutan.


“Pasien hemodialisa membutuhkan kepatuhan dalam mengatur asupan cairan. Melalui inovasi MANTAN RAKUS, pasien diberikan edukasi dan metode sederhana untuk membantu mengendalikan rasa haus sehingga risiko komplikasi akibat kelebihan cairan dapat diminimalkan,” katanya.


Pelaksanaan inovasi MANTAN RAKUS dilakukan di Unit Hemodialisa RSUD Mohammad Natsir Kota Solok dan dilanjutkan di rumah dengan pengawasan keluarga. Pasien diberikan edukasi mengenai cara mengurangi rasa haus melalui penggunaan batu es dan permen xylitol sebagai alternatif untuk membantu mengendalikan keinginan minum berlebihan.


Permasalahan pembatasan cairan masih menjadi tantangan bagi pasien CKD yang menjalani hemodialisa. Ketidakpatuhan dalam menjaga jumlah pemasukan cairan dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti pembengkakan (edema), sesak napas, peningkatan tekanan darah, gangguan jantung hingga kondisi yang dapat membahayakan keselamatan pasien.


Inovasi MANTAN RAKUS hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam manajemen cairan. 


Pelaksanaannya dilakukan dengan melibatkan pasien dan keluarga melalui grup WhatsApp HD, pemberian leaflet edukasi saat pelayanan hemodialisa, serta penyediaan materi digital berupa leaflet dan video MANTAN RAKUS melalui Google Drive yang dapat dipelajari kembali oleh pasien dan keluarga di rumah.


Keterlibatan keluarga menjadi faktor penting dalam keberhasilan inovasi ini. Keluarga berperan mendampingi pasien dalam mengontrol jumlah cairan harian, memberikan dukungan, serta membantu meningkatkan kedisiplinan pasien selama menjalani terapi pengganti ginjal berupa hemodialisa.


Tujuan utama inovasi MANTAN RAKUS adalah membantu pasien CKD yang menjalani terapi hemodialisa menemukan cara efektif dalam menahan rasa haus serta meningkatkan kepatuhan dalam mengatasi kelebihan cairan tubuh.


Melalui penerapan inovasi ini, pasien mendapatkan manfaat berupa berkurangnya rasa haus selama menjalani pembatasan cairan, peningkatan kualitas hidup, pencegahan komplikasi akibat kelebihan cairan, serta membantu tenaga keperawatan dalam menentukan intervensi yang tepat untuk pasien CKD on Dialisis.


Selain itu, inovasi MANTAN RAKUS juga membantu pasien lebih disiplin dalam mengatur intake cairan per hari, meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai risiko kelebihan cairan, serta memberikan pemahaman mengenai fungsi batu es dan permen xylitol sebagai bagian dari manajemen rasa haus.


Dengan adanya inovasi MANTAN RAKUS, RSUD Mohammad Natsir Kota Solok terus berkomitmen menghadirkan pelayanan keperawatan yang inovatif, edukatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisa. (Dioni)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar