Sumbarmaju. Com, Alahan Panjang, Kab. Solok – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Nurfirman Wansyah, Apt., M.M. mengajak generasi muda menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan di era digital. Menurutnya, ancaman terhadap bangsa kini tidak lagi hanya berupa konflik fisik, tetapi juga datang dari hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian di media sosial.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kewaspadaan Dini yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Barat di Asbun Resort, Alahan Panjang, Kabupaten Solok, 5–6 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan realisasi pokok pikirannya (Pokir) sebagai anggota DPRD Sumbar.
Dalam materi bertajuk Merajut Perdamaian di Lanskap Digital, legislator yang akrab disapa Pak Anca itu menegaskan bahwa pola konflik telah berubah. Jika dahulu dipicu perebutan wilayah atau sumber daya, kini konflik dapat muncul dari informasi palsu yang menyebar cepat melalui media sosial.
"Konflik mungkin tidak pernah bisa dihilangkan sepenuhnya. Namun arenanya telah bergeser. Karena itu cara kita menjaga persatuan juga harus berubah mengikuti perkembangan zaman," ujarnya.
Mantan Wakil Bupati Solok Selatan itu menilai media sosial harus dimanfaatkan sebagai ruang menyebarkan inspirasi, toleransi, dan literasi. Ia menegaskan Generasi Z memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat.
Nurfirman juga mengibaratkan hoaks sebagai virus yang hanya bisa dilawan dengan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi sebelum membagikannya.
"Kita tidak boleh kalah cepat dengan penyebar hoaks. Yang harus diperkuat adalah masyarakat yang mampu berpikir kritis, memverifikasi informasi, dan memilih menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari penyebaran konflik," tegasnya.
Di akhir pemaparannya, Nurfirman mengajak masyarakat menjadikan setiap unggahan dan komentar di media sosial sebagai sarana memperkuat persaudaraan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (A.R)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar