SOLOK – Kesehatan jiwa menjadi salah satu isu kesehatan yang semakin mendapat perhatian di tengah meningkatnya tantangan kehidupan modern. Rendahnya literasi masyarakat mengenai kesehatan jiwa, masih adanya stigma terhadap gangguan mental, serta keterbatasan akses informasi yang mudah dipahami menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian bersama.
Menjawab kondisi tersebut, Bidang Keperawatan RSUD Mohammad Natsir Kota Solok menghadirkan inovasi PELITA (PEduLI Kesehatan Jiwa kiTA) sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jiwa melalui pemanfaatan media digital.
Inovasi PELITA digagas dan dikembangkan oleh Ns. Muhammad Ari Wanhari, S.Kep, melalui Bidang Keperawatan RSUD Mohammad Natsir Kota Solok. Program ini hadir sebagai sarana edukasi kesehatan jiwa yang mudah diakses, menarik, serta dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.
Melalui berbagai platform digital, PELITA menyajikan informasi kesehatan jiwa dalam bentuk konten edukasi seperti video, materi informasi, serta pesan-pesan kesehatan yang dikemas dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh masyarakat.
Direktur RSUD Mohammad Natsir Kota Solok, dr. Elvi Fitraneti, Sp.PD, FINASIM, mengatakan pada Selasa (7/7/2026), inovasi PELITA merupakan salah satu bentuk komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan kesehatan jiwa masyarakat.
“Kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh. Melalui PELITA, kami berupaya menghadirkan edukasi yang lebih dekat dengan masyarakat sehingga pemahaman tentang kesehatan jiwa semakin meningkat dan stigma terhadap gangguan mental dapat dikurangi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital menjadi langkah strategis agar edukasi kesehatan jiwa dapat menjangkau berbagai kalangan, terutama masyarakat yang membutuhkan informasi cepat dan mudah diakses.
Dengan hadirnya PELITA, RSUD Mohammad Natsir Kota Solok berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan jiwa, mampu mengenali tanda-tanda masalah kesehatan mental sejak dini, serta tidak ragu untuk mencari bantuan tenaga kesehatan apabila membutuhkan dukungan. (Dioni)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar