SOLOK — Dekubitus atau luka tekan menjadi salah satu komplikasi yang sering dialami pasien dengan kondisi immobilisasi dan menjalani tirah baring dalam waktu lama, seperti pasien stroke. Kondisi ini dapat memperpanjang masa perawatan, meningkatkan risiko infeksi, menambah biaya pelayanan kesehatan, hingga memberikan beban psikologis bagi keluarga pasien.
Sebagai langkah pencegahan dan peningkatan mutu pelayanan keperawatan, Bidang Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Natsir Solok meluncurkan inovasi SEHAT-DEK (Sentuhan Effleurage untuk Hambatan Awal Tekanan DEKubitus).
Inovasi SEHAT-DEK merupakan metode pencegahan dekubitus melalui teknik massage effleurage menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai pelumas. Teknik ini dilakukan pada area tubuh yang berisiko mengalami tekanan, seperti daerah sakrum, tumit, dan siku, dengan durasi sekitar 2–3 menit dan dilakukan 2–3 kali sehari.
Direktur RSUD Mohammad Natsir Kota Solok, dr. Elvi Fitraneti, Sp.PD, FINASIM, mengatakan pada Selasa (7/7/2026), inovasi SEHAT-DEK merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan serta mencegah komplikasi yang dapat terjadi pada pasien dengan risiko tinggi.
“Pencegahan dekubitus membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi juga keluarga pasien. Melalui SEHAT-DEK, keluarga diberikan edukasi dan keterampilan agar mampu ikut berperan dalam perawatan pasien,” ujarnya.
Keunggulan inovasi SEHAT-DEK terletak pada keterlibatan aktif keluarga pasien sebagai caregiver.
Keluarga tidak hanya diberikan informasi, tetapi juga dilatih melakukan teknik massage effleurage melalui metode teach back untuk mengukur pemahaman serta return demonstration untuk memastikan keterampilan praktik.
Dengan pendekatan tersebut, perawatan pencegahan dekubitus diharapkan tetap dapat dilanjutkan secara mandiri oleh keluarga setelah pasien kembali ke rumah.
Berdasarkan data RSUD Mohammad Natsir, angka kejadian dekubitus tercatat sebesar 0,038 persen pada tahun 2023 dan mengalami penurunan menjadi 0,035 persen pada tahun 2024. Meski terjadi penurunan, risiko dekubitus pada pasien immobilisasi masih menjadi perhatian sehingga diperlukan upaya pencegahan yang berkelanjutan.
Melalui penerapan SEHAT-DEK, RSUD Mohammad Natsir Solok berharap angka kejadian dekubitus baru dapat terus ditekan, proses pemulihan pasien semakin optimal, serta peran keluarga dalam mendukung perawatan pasien semakin meningkat. (Dioni)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar