Solok — Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Mohammad Natsir Kota Solok meluncurkan inovasi pelayanan publik bertajuk PeDuli IGD–QR (Peningkatan Peduli Masyarakat terhadap Kriteria Gawat Darurat di IGD berbasis QR Code). Inovasi ini menjadi media edukasi digital yang memudahkan masyarakat memahami kondisi kegawatdaruratan hanya dengan memindai kode QR melalui ponsel.
Inovasi ini lahir dari tingginya kunjungan pasien ke IGD yang tidak seluruhnya tergolong kondisi gawat darurat. Data internal RSUD Mohammad Natsir mencatat jumlah kunjungan meningkat dari 23.568 pada 2024 menjadi 29.637 pada 2025. Sebagian besar peningkatan tersebut diperkirakan berasal dari pasien dengan keluhan ringan yang sebenarnya dapat ditangani di fasilitas layanan kesehatan primer seperti puskesmas atau klinik.
Direktur RSUD Mohammad Natsir Kota Solok, dr. Elvi Fitraneti, Sp.PD, FINASIM, mengatakan pada Selasa (7/7/2026), inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengenali kondisi kegawatdaruratan sekaligus mengarahkan pasien ke layanan kesehatan yang tepat.
“Edukasi kepada masyarakat menjadi kunci utama dalam pelayanan kesehatan. Dengan adanya PeDuli IGD–QR ini, masyarakat dapat lebih cepat memahami mana kondisi yang harus segera ditangani di IGD dan mana yang bisa ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama,” ujarnya.
“Bukan berarti setiap keluhan tidak penting, tapi ada tempat dan waktu penanganan yang berbeda. Yang gawat darurat harus segera ditangani, sementara yang tidak dapat ditangani di layanan primer lebih dulu,” ujar salah satu tenaga kesehatan IGD.
Cukup Pindai, Informasi Langsung Tampil
Inovasi ini diprakarsai oleh dr. Adek Adrian sebagai dokter IGD dan dikembangkan oleh inovator dr.
Sulistiana Dewi, Sp.KJ. Mekanismenya sederhana, kode QR ditempatkan di berbagai titik strategis seperti pintu masuk IGD, ruang tunggu, meja pendaftaran, hingga pamflet edukasi.
Saat dipindai, masyarakat langsung mendapatkan informasi mengenai delapan tanda kondisi gawat darurat, antara lain nyeri dada hebat, sesak napas berat, penurunan kesadaran, gejala stroke, kejang, perdarahan hebat, cedera berat, hingga keracunan atau gigitan berbisa. Informasi juga dilengkapi dengan penjelasan sistem triase warna (merah, kuning, hijau) serta langkah awal penanganan.
“Keluarga pasien jadi bisa membaca sendiri sambil menunggu, tanpa harus terus-menerus bertanya kepada petugas. Ini membuat proses edukasi dan triase menjadi lebih efisien,” tambahnya.
Solusi Murah, Dampak Besar
Dibandingkan media cetak konvensional, penggunaan QR Code dinilai lebih efisien dari segi biaya dan fleksibilitas. Pembaruan informasi cukup dilakukan pada halaman digital tanpa perlu mencetak ulang materi, sehingga seluruh kode QR yang telah terpasang otomatis menampilkan konten terbaru.
Manajemen RSUD Mohammad Natsir berharap inovasi ini mampu menekan angka kunjungan non-emergensi ke IGD, mempercepat pelayanan pasien yang benar-benar membutuhkan penanganan segera, serta meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan rumah sakit.
“Ke depan, kami ingin masyarakat semakin paham bahwa datang ke tempat yang tepat dapat menyelamatkan nyawa—baik diri sendiri maupun orang lain yang benar-benar membutuhkan pertolongan segera di IGD,” tutup pihak rumah sakit.
Inovasi PeDuli IGD–QR menjadi bagian dari komitmen RSUD Mohammad Natsir Kota Solok dalam menghadirkan pelayanan kegawatdaruratan yang cepat, tepat, efektif, dan bermutu, sejalan dengan motto rumah sakit: Santun dalam Melayani, Cepat dan Tepat dalam Bertindak. (Dioni)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar