RSUD Mohammad Natsir Luncurkan SI PADEK, Tingkatkan Edukasi dan Cegah Komplikasi Kaki Pasien Diabetes

RSUD Mohammad Natsir Luncurkan SI PADEK, Tingkatkan Edukasi dan Cegah Komplikasi Kaki Pasien Diabetes

Redaksi

SOLOK – Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, RSUD Mohammad Natsir Kota Solok menghadirkan inovasi pelayanan publik bernama SI PADEK (Sistem Perawatan dan Edukasi Kaki Pasien Diabetes Mellitus). 

Inovasi yang digagas oleh Bidang Keperawatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai perawatan kaki diabetes serta senam kaki diabetes guna mencegah terjadinya komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien.


Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang jumlah penderitanya terus meningkat dari tahun ke tahun. Selain membutuhkan pengelolaan kadar gula darah yang baik, pasien diabetes juga memiliki risiko mengalami komplikasi pada kaki, seperti luka diabetik, infeksi, hingga amputasi apabila tidak dilakukan perawatan secara tepat.


Melihat kondisi tersebut, Bidang Keperawatan RSUD Mohammad Natsir mengembangkan SI PADEK sebagai media edukasi yang mudah diakses oleh pasien maupun keluarga. Program ini mulai diuji coba pada April 2025 dan diterapkan secara penuh sejak Mei 2025.


Melalui SI PADEK, pasien mendapatkan edukasi mengenai cara melakukan perawatan kaki diabetes dan senam kaki diabetes yang benar. Materi edukasi disampaikan menggunakan media leaflet dan video edukasi yang dapat diakses secara praktis melalui barcode atau kode QR yang telah dipasang di berbagai lokasi strategis di lingkungan rumah sakit.


Direktur RSUD Mohammad Natsir Kota Solok, dr. Elvi Fitraneti, Sp.PD, FINASIM, mengatakan pada Selasa (7/7/2026), inovasi SI PADEK merupakan salah satu upaya rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui edukasi yang berkelanjutan kepada pasien Diabetes Mellitus dan keluarga.


Menurutnya, pelayanan terhadap pasien diabetes tidak hanya berfokus pada pemberian pengobatan, tetapi juga bagaimana pasien memiliki pemahaman dan kemampuan melakukan perawatan mandiri untuk mencegah komplikasi.


“Melalui SI PADEK, kami ingin meningkatkan kesadaran pasien dan keluarga mengenai pentingnya perawatan kaki diabetes. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat membantu mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujar dr. Elvi.


Ia menjelaskan, inovasi ini menjadi bagian dari upaya RSUD Mohammad Natsir dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih promotif dan preventif dengan melibatkan tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga.


Pelaksanaan SI PADEK diawali dengan identifikasi pasien Diabetes Mellitus yang dirawat di ruang rawat inap. Selanjutnya, perawat memberikan edukasi secara langsung kepada pasien dan keluarga mengenai langkah-langkah perawatan kaki serta latihan senam kaki diabetes.


Setelah edukasi diberikan, dilakukan evaluasi untuk memastikan materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan dengan baik oleh pasien maupun keluarga.


Inovasi SI PADEK hadir sebagai solusi edukatif untuk meningkatkan kesadaran pasien Diabetes Mellitus terhadap pentingnya perawatan kaki. Selain membantu mencegah terjadinya komplikasi, program ini juga mendorong keterlibatan aktif pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan mandiri secara berkelanjutan.


Dengan dukungan media edukasi berupa leaflet dan video yang dapat diakses melalui kode QR, informasi mengenai perawatan kaki dan senam kaki diabetes menjadi lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.


Selain memberikan manfaat bagi pasien, inovasi ini juga meningkatkan peran aktif perawat sebagai edukator kesehatan. Dengan adanya media edukasi yang terstruktur dan mudah diakses, proses penyampaian informasi menjadi lebih efektif dan berkesinambungan.


Sejak diterapkan, SI PADEK mendapatkan respons positif dari pasien dan keluarga. Hingga Mei 2026, inovasi ini telah diakses dan dimanfaatkan oleh sekitar 250 orang. Capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi kesehatan yang praktis, mudah dipahami, dan dapat diterapkan secara mandiri.


Ke depan, RSUD Mohammad Natsir berharap SI PADEK dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, sehingga risiko komplikasi kaki pada pasien Diabetes Mellitus dapat ditekan serta kualitas hidup pasien dapat terus meningkat.


Melalui inovasi SI PADEK, RSUD Mohammad Natsir kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang inovatif, edukatif, promotif, dan preventif, serta berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan pasien. (Dioni)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar