SOLOK – RSUD Mohammad Natsir terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui berbagai inovasi di bidang keperawatan. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah KTP Sehat (Klik Tonton Pahami untuk meningkatkan derajat kesehatan), sebuah program yang bertujuan memperkuat pelaksanaan discharge planning atau perencanaan pemulangan pasien secara terstandar guna meningkatkan kesiapan pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan setelah kembali ke rumah.
Inovasi KTP Sehat diinisiasi oleh Bidang Keperawatan RSUD Mohammad Natsir sebagai upaya menghadirkan pelayanan yang lebih komprehensif, berkesinambungan, serta berbasis evidence-based practice. Program ini dirancang untuk memastikan pasien tidak hanya mendapatkan pelayanan selama masa rawatan, tetapi juga memperoleh edukasi dan pendampingan yang memadai setelah pulang dari rumah sakit.
Penerapan inovasi ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kejadian pasien kembali dirawat atau readmisi akibat kurang optimalnya persiapan pasien dan keluarga dalam menjalankan perawatan mandiri di rumah. Pelaksanaan discharge planning sebelumnya masih menghadapi berbagai kendala, seperti edukasi yang belum seragam, dokumentasi yang belum maksimal, keterbatasan waktu tenaga kesehatan, serta minimnya media edukasi yang menarik dan mudah dipahami.
Melalui KTP Sehat, RSUD Mohammad Natsir menghadirkan metode edukasi yang lebih inovatif dengan memanfaatkan media digital berupa video edukasi dan leaflet. Perawat melakukan skrining risiko sejak awal pasien masuk, memberikan edukasi sesuai kebutuhan pasien, melibatkan keluarga sebagai pendamping utama, menyusun rencana kepulangan bersama tim medis, serta melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pemahaman pasien dan keluarga.
Penerapan program ini menunjukkan hasil yang positif. Sebanyak 90 persen pasien dan keluarga memahami edukasi yang diberikan melalui media video. Selain itu, hasil evaluasi selama tiga bulan setelah implementasi menunjukkan tidak ditemukan pasien yang kembali menjalani perawatan pada kelompok pasien yang telah mengikuti program edukasi KTP Sehat.
Inovasi ini juga memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan keperawatan, antara lain terciptanya sistem discharge planning yang lebih terstruktur, meningkatnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan dan kontrol, meningkatnya keterlibatan keluarga dalam proses perawatan, serta meningkatnya kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit.
Direktur RSUD Mohammad Natsir Kota Solok, dr. Elvi Fitraneti, Sp.PD, FINASIM, mengatakan pada Selasa (7/7/2026), inovasi pelayanan yang dikembangkan rumah sakit merupakan bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
“Melalui berbagai inovasi, RSUD Mohammad Natsir terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan, termasuk memastikan pasien mendapatkan edukasi yang tepat agar mampu melanjutkan perawatan secara mandiri setelah pulang dari rumah sakit,” ujarnya.
Dengan hadirnya inovasi KTP Sehat, RSUD Mohammad Natsir berharap dapat menekan angka readmisi pasien, meningkatkan kualitas hidup masyarakat pasca rawat inap, serta memperkuat pelayanan keperawatan yang profesional dan berkelanjutan.
Program ini juga diharapkan dapat menjadi model pelayanan yang dapat diterapkan di berbagai ruang perawatan sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. (Dioni)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar