Sumbarmaju. Com, Arosuka, Kab. Solok – Arus digitalisasi yang semakin pesat menjadi tantangan baru bagi pelestarian nilai-nilai adat dan karakter generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Solok menggelar Seminar Keminangkabauan bertema “Peran Bundo Kanduang dalam Membimbing Generasi Muda di Era Digitalisasi, Etika dan Estetika Perkawinan Menurut Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah” di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Selasa (7/7/2026).
Seminar yang menghadirkan narasumber Ummi Harneli Bahar dan Bundo Raudah itu diikuti Bundo Kanduang se-Kabupaten Solok, Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Ketua GOW Kabupaten Solok, organisasi wanita, tokoh perempuan, hingga perwakilan Aliansi Mahasiswa Kabupaten Solok. Kegiatan berlangsung penuh antusias dengan semangat memperkuat peran perempuan dalam menjaga jati diri Minangkabau di tengah perkembangan zaman.
Mewakili Bupati Solok, Wakil Bupati H. Candra, S.Hi menegaskan bahwa perempuan Minangkabau memiliki sejarah panjang sebagai pelopor perubahan dan kemajuan bangsa. Menurutnya, sosok-sosok seperti Rasuna Said, Siti Manggopoh, dan Hajjah Rahmah El Yunusiyyah menjadi bukti bahwa perempuan Minangkabau mampu memberikan pengaruh besar, tidak hanya bagi Sumatera Barat, tetapi juga Indonesia.
Ia juga mengangkat kisah bersejarah saat Syeikh Al Azhar berkunjung ke Perguruan Diniyah Puteri Padang Panjang pada tahun 1955. Saat itu, dunia Islam dibuat kagum karena Minangkabau telah lebih dahulu memiliki lembaga pendidikan khusus perempuan yang didirikan Hajjah Rahmah El Yunusiyyah.
"Seminar ini jangan hanya menjadi ruang mengenang sejarah, tetapi harus menjadi titik awal lahirnya kembali perempuan-perempuan hebat dari Kabupaten Solok yang mampu membimbing generasi muda menghadapi tantangan era digital," ujar Candra.
Wakil Bupati juga mengingatkan pentingnya peran ibu sebagai madrasah pertama bagi anak. Ia menilai keluarga menjadi benteng utama dalam membentuk karakter sekaligus melindungi generasi muda dari berbagai ancaman sosial, seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian online, minuman keras, premanisme, hingga balapan liar.
"Pemerintah Kabupaten Solok mengapresiasi pelaksanaan seminar ini sebagai langkah nyata memperkuat pemahaman masyarakat terhadap falsafah Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau," tegasnya.
Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Solok, Lian Octavia, mengatakan seminar tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kembali peran strategis Bundo Kanduang sebagai limpapeh rumah gadang dalam menanamkan nilai adat, etika, dan moral kepada generasi penerus.
Menurutnya, derasnya arus informasi di era digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Karena itu, penguatan pendidikan karakter di lingkungan keluarga menjadi kunci agar generasi muda tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya dan agama.
Seminar berlangsung hangat dan interaktif. Berbagai gagasan serta pengalaman dibagikan para narasumber dan peserta, menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan Bundo Kanduang sebagai garda terdepan dalam menjaga warisan adat sekaligus membentuk generasi Kabupaten Solok yang berkarakter, berakhlak, dan siap menghadapi perkembangan zaman. (A.R)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar