Solok – Menghadapi tindakan operasi sering kali menjadi pengalaman yang menegangkan bagi pasien maupun keluarga. Rasa takut, cemas, serta kekhawatiran terhadap proses pembedahan, pembiusan, hingga masa pemulihan menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan kesehatan.
Menjawab kondisi tersebut, RSUD Mohammad Natsir Kota Solok menghadirkan inovasi “EDUPRES” (Edukasi Pre Operasi) sebagai upaya memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pasien sebelum menjalani tindakan operasi.
Program inovasi pelayanan ini telah diterapkan sejak Februari 2025 dan hingga Juni 2026 terus menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan kesiapan mental serta keselamatan pasien yang akan menjalani prosedur bedah.
Sebelum adanya inovasi EDUPRES, edukasi mengenai tahapan dan prosedur operasi belum sepenuhnya diberikan secara terstruktur. Pasien dan keluarga belum mendapatkan informasi lengkap terkait persiapan sebelum operasi, tindakan yang akan dilakukan, hingga perawatan setelah operasi. Selain itu, keterbatasan media edukasi seperti leaflet, lembar balik, maupun buku saku membuat penyampaian informasi belum berjalan secara optimal.
Melalui EDUPRES, pasien, keluarga, pengunjung rumah sakit, hingga tenaga kesehatan kini dapat memperoleh informasi edukasi pre operasi secara lebih mudah dan cepat. Edukasi diberikan melalui berbagai media, seperti banner, poster, serta barcode informasi yang dapat diakses menggunakan perangkat digital.
Program ini memberikan penjelasan terkait berbagai persiapan sebelum operasi, prosedur pembiusan, estimasi waktu tindakan, aturan puasa sebelum operasi, hingga perawatan pascaoperasi. Dengan informasi yang jelas dan mudah dipahami, pasien diharapkan lebih siap secara fisik maupun psikologis dalam menghadapi tindakan medis.
Direktur RSUD Mohammad Natsir Kota Solok, dr. Elvi Fitraneti, Sp.PD, FINASIM, mengatakan pada Selasa (7/7/2026), inovasi pelayanan seperti EDUPRES menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada pasien.
“Edukasi yang baik sebelum tindakan operasi sangat penting karena dapat membantu pasien memahami proses yang akan dijalani, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan kepercayaan pasien terhadap pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan EDUPRES tidak terlepas dari dukungan seluruh unsur rumah sakit, mulai dari manajemen, tenaga medis, hingga perawat edukator yang berperan langsung dalam memberikan pendampingan kepada pasien.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan media edukasi yang informatif, penyusunan materi kesehatan yang mudah dipahami, serta peningkatan kompetensi petugas dalam memberikan komunikasi terapeutik kepada pasien dan keluarga.
Sejumlah pasien yang telah merasakan manfaat program ini mengaku lebih tenang sebelum menjalani operasi. Penjelasan yang diberikan secara ramah, terbuka, dan humanis membuat pasien lebih memahami proses yang akan dilalui sehingga rasa takut terhadap ruang operasi maupun tindakan pembiusan dapat berkurang.
Melalui inovasi EDUPRES, RSUD Mohammad Natsir berharap pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga memberikan dukungan psikologis melalui edukasi yang tepat. Program ini menjadi salah satu langkah nyata rumah sakit dalam mewujudkan pelayanan yang aman, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. (Dioni)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar