Sumbarmaju. Com, Kab. Solok – Polemik gangguan distribusi air bersih di kawasan Koto Baru, Kabupaten Solok, mendapat tanggapan langsung dari Direktur Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah, Febri Fauza, S.Pt., MM.
Sebelumnya, keluhan masyarakat terkait air yang tidak mengalir selama beberapa hari mencuat ke publik. Warga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga harus mencari sumber air alternatif.
Menanggapi sorotan tersebut, Febri menjelaskan bahwa gangguan distribusi tidak selalu mudah ditemukan sumbernya. Petugas, menurutnya, harus melakukan penelusuran jaringan pipa yang panjang untuk menemukan titik persoalan.
“Coba bayangkan, harus menelusuri pipa sepanjang 9 kilometer,” ujar Febri Fauza kepada awak media, Rabu (19/8/2026). Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa gangguan air pada waktu itu membutuhkan waktu hingga lima hari untuk ditangani. “Wajar air mati lima hari waktu itu,” katanya.
Febri juga menanggapi munculnya pemberitaan mengenai pelayanan PDAM yang bertepatan dengan kondisi air sedang mengalami gangguan. Ia mengaku heran karena pemberitaan muncul ketika pasokan air sedang terhenti. “Yang anehnya, begitu air mati, berita ini keluar,” ungkapnya.
Menurut Febri, pihaknya tidak tinggal diam menghadapi keluhan pelanggan. Petugas tetap melakukan upaya penelusuran dan perbaikan terhadap jaringan yang bermasalah.
Ia menegaskan, gangguan pelayanan bukan sesuatu yang diinginkan PDAM. Namun, proses perbaikan di lapangan memiliki tantangan tersendiri, terutama ketika titik kerusakan belum diketahui secara pasti dan jaringan yang harus diperiksa cukup panjang.
Sebelumnya, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Solok mengevaluasi pelayanan PDAM, termasuk kinerja manajemen dan petugas lapangan. Warga berharap persoalan distribusi air bersih segera dibenahi sehingga kebutuhan dasar masyarakat tidak kembali terganggu.
Dengan adanya penjelasan dari Direktur PDAM tersebut, polemik gangguan air bersih di Koto Baru kini mendapat sudut pandang dari kedua pihak. Masyarakat menyampaikan keluhan, sementara PDAM menjelaskan kendala teknis yang dihadapi petugas dalam mencari dan memperbaiki sumber gangguan.
Ke depan, masyarakat berharap penanganan gangguan dapat dilakukan lebih cepat, disertai komunikasi yang terbuka agar pelanggan mengetahui kondisi jaringan dan langkah yang sedang dilakukan PDAM. (A.R)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar