DPRD Sumbar Dorong Sekolah Perkuat Upaya Pencegahan Kekerasan terhadap Anak.

DPRD Sumbar Dorong Sekolah Perkuat Upaya Pencegahan Kekerasan terhadap Anak.

Redaksi

SUMBARMaju.com | SOLOK — Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. Nurfirman Wansyah, MM, Apt, melaksanakan kegiatan reses di SMKN 1 Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti kepala sekolah SMA, SMK dan SLB serta guru Bimbingan dan Konseling (BK) se-Solok Raya. 


Reses ini menjadi momentum untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat perhatian terhadap perlindungan perempuan dan anak di lingkungan pendidikan.

Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Barat, Dr. Herlin Sridiani, M.Kes.

Dr. Herlin Sridiani menyampaikan materi bertema “Pencegahan Kekerasan dan Perilaku Menyimpang dalam Perlindungan Perempuan dan Anak.” Materi tersebut menyoroti pentingnya pencegahan kekerasan serta penguatan peran satuan pendidikan dalam memberikan perlindungan kepada peserta didik.


Menurutnya, upaya perlindungan perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan semua pihak. Sekolah, tenaga pendidik, guru BK, orang tua, pemerintah dan masyarakat harus membangun sinergi agar berbagai bentuk kekerasan dapat dicegah sejak dini.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Solok Raya, Syafrizal, M.Pd., serta Kasubbag Cabang Dinas Wilayah III, Riko Fernanda, M.Pd.


Selain itu, hadir para kepala sekolah SMK se-Solok Raya bersama unsur pendidikan lainnya. Kehadiran para kepala sekolah dan guru BK menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman serta langkah konkret pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.


Guru BK dinilai memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan peserta didik dalam memberikan pendampingan.


 Komunikasi yang terbuka dan pendekatan yang tepat diharapkan mampu membantu mendeteksi berbagai persoalan yang dialami siswa sejak dini.

Drs. Nurfirman Wansyah mengatakan, kegiatan reses bukan hanya menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung persoalan yang dihadapi dunia pendidikan.


Ia mendorong sekolah agar terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan ramah bagi seluruh peserta didik.


“Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara sekolah, pemerintah, orang tua dan masyarakat harus terus diperkuat,” ujarnya.


Kegiatan reses berlangsung dalam suasana dialog dan diskusi. Para peserta juga diberikan kesempatan menyampaikan berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi dalam memberikan perlindungan serta pendampingan kepada peserta didik.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir komitmen bersama untuk memperkuat sistem pencegahan kekerasan dan perilaku menyimpang, sekaligus meningkatkan kualitas perlindungan perempuan dan anak di lingkungan pendidikan se-Solok Raya.(AB/Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar