Sumbarmaju. Com, Koab. Solok – Gangguan air bersih di sejumlah wilayah Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, akhirnya menemukan titik terang. Setelah berhari-hari melakukan penelusuran jaringan, tim teknis Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah menemukan dua gumpalan besar karung plastik menyumbat bagian dalam pipa transmisi.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Solok Nan Indah, Febri Fauza, S.Pt., M.M., mengatakan temuan tersebut diperoleh setelah tim teknis menyisir jaringan pipa sepanjang sekitar tujuh kilometer yang melintasi medan berbukit.
“Petugas berjibaku menyusuri jaringan pipa, memeriksa sambungan dan katup hingga membuka beberapa titik pipa transmisi. Kami akhirnya menemukan gumpalan besar karung plastik yang tersangkut dan menghambat aliran air menuju pelanggan,” ujar Febri kepada awak media, Rabu (19/8/2026).
Menurut Febri, keberadaan karung plastik berukuran besar di dalam pipa merupakan sesuatu yang sangat tidak lazim. Sistem intake, kata dia, telah dilengkapi filter yang seharusnya mampu menahan benda berukuran besar. “Kalau material terbawa aliran air, paling hanya pasir halus atau partikel kecil. Karung plastik sebesar itu tidak mungkin melewati filter yang ada di intake. Karena itu kami menduga ada penyebab lain dan masih kami dalami,” jelasnya.
Gangguan distribusi sendiri mulai terjadi sejak Jumat (10/7/2026). Pada awalnya, petugas menduga penyebabnya adalah kebocoran di beberapa titik jaringan. Namun setelah kebocoran diperbaiki, debit air belum juga kembali normal.
Kondisi itu membuat tim teknis melakukan penyisiran secara menyeluruh hingga akhirnya menemukan material penyumbat di dalam pipa.
Wilayah yang terdampak antara lain Rayon Perumahan KPM, Rayon Perumahan Rabo dan Tanah Lapang, serta Rayon Sawah Baliak dan Perumahan Hansela.
Di tengah keluhan pelanggan yang ramai di media sosial, Febri memastikan tidak seluruh wilayah mengalami mati air total. Perumda melakukan rekayasa distribusi menggunakan sumber alternatif agar sebagian pelanggan tetap memperoleh pasokan. “Rayon Sawah Baliak dan Perumahan Hansela masih mendapatkan aliran melalui sumber alternatif. Rayon Perumahan KPM juga masih menerima pasokan sejak pagi hingga sekitar pukul 14.00 WIB,” katanya.
Lalu, bagaimana karung plastik sebesar itu bisa masuk ke dalam pipa? Inilah yang kini menjadi perhatian Perumda.
Febri menegaskan, pihaknya belum mau terburu-buru menyimpulkan bahwa temuan tersebut merupakan sabotase. Dugaan tersebut masih dalam proses pendalaman untuk mengetahui asal-usul material dan bagaimana benda tersebut bisa berada di dalam jaringan transmisi. “Kami tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum mengetahui fakta sebenarnya. Dugaan adanya unsur sabotase masih kami dalami,” tegasnya.
Ia menjelaskan, jaringan yang mengalami gangguan merupakan pipa transmisi darurat pascabencana. Sebagian jalurnya masih berada di atas permukaan tanah sehingga relatif lebih rentan mengalami gangguan. Hingga proses penanganan berlangsung, tim teknis terus bekerja menyambung kembali jaringan pipa setelah seluruh material penyumbat berhasil dikeluarkan.
Febri berharap distribusi air bersih kepada pelanggan di wilayah Kubung segera kembali normal. Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga jaringan air minum dan segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar jalur pipa transmisi.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan pelayanan air bersih kembali normal. Kami terus bekerja maksimal untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,” pungkasnya.
Temuan dua gumpalan karung plastik ini bukan hanya menjawab teka-teki gangguan air di Kubung, tetapi juga membuka pertanyaan baru: siapa dan bagaimana benda tersebut bisa sampai menyumbat jaringan pipa? Perumda memastikan persoalan itu masih terus didalami. (A.R)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar