Sumbarmaju.com_Bukittinggi - Penyakit jantung masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Upaya pencegahan melalui pola hidup sehat dan pemahaman terhadap gejala penyakit jantung menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyakit tersebut di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Tk. IV Bukittinggi Mayor CKM dr. Novalja Nega Nusantara, Sp.JP, saat menjadi pemateri pada Seminar Kesehatan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LVIII DIM 0304/Agam Koorcab Rem 032 PD XX/Tuanku Imam Bonjol Ny. Nina Viko Rabu (30/9/2026).
Seminar kesehatan tersebut mengangkat tema “Kesehatan Jantung: Penyakit dan Pencegahannya” dan diikuti jajaran Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LVIII DIM 0304/Agam.
Dalam pemaparannya, Mayor CKM dr. Novalja Nega Nusantara menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dipaparkannya, secara nasional sekitar 0,85 persen penduduk Indonesia tercatat mengidap penyakit jantung. Bahkan, pada 2023 Sumatera Barat disebut masuk dalam jajaran 10 besar provinsi dengan permasalahan penyakit jantung.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena penyakit jantung dapat menyerang berbagai kelompok masyarakat. Pencegahan perlu dilakukan dengan mengenali faktor risiko sejak dini serta menerapkan pola hidup yang lebih sehat.
Ia menjelaskan, berdasarkan kasus yang ditemui di Rumah Sakit Tk. IV Bukittinggi, sejumlah pasien yang datang berobat mengalami berbagai gangguan jantung, di antaranya penyakit jantung koroner, gagal jantung, serta aritmia atau gangguan irama jantung.
“Keluhan yang paling sering disampaikan pasien ketika datang berobat adalah nyeri dada,” ujar Mayor CKM dr. Novalja Nega Nusantara.
Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua nyeri dada secara otomatis disebabkan oleh gangguan jantung. Nyeri pada bagian dada dapat memiliki berbagai penyebab sehingga diperlukan pemeriksaan medis untuk memastikan sumber keluhan tersebut.
Dijelaskannya, nyeri dada akibat gangguan lambung memiliki karakteristik yang dapat berbeda dengan nyeri dada yang berkaitan dengan penyakit jantung. Karena itu, masyarakat tidak dianjurkan mendiagnosis sendiri ketika mengalami keluhan nyeri dada.
“Nyeri dada karena lambung sangat berbeda dengan nyeri dada yang disebabkan oleh jantung,” jelasnya.
Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan apabila mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan jantung, terlebih jika memiliki faktor risiko seperti pola makan yang kurang sehat, kurang aktivitas fisik, maupun faktor risiko lainnya.
Ia juga menyoroti pola konsumsi makanan masyarakat yang perlu mendapat perhatian. Makanan yang banyak mengandung santan dan lemak, jika dikonsumsi secara berlebihan dan tidak diimbangi pola hidup sehat, dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.
Karena itu, pencegahan penyakit jantung menurutnya tidak hanya dilakukan ketika seseorang sudah mengalami keluhan, tetapi harus dimulai sejak dini melalui perubahan gaya hidup.
Seminar tersebut juga menjadi kesempatan bagi jajaran Persit untuk memperoleh pengetahuan mengenai kesehatan jantung, sehingga informasi yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus disampaikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Kegiatan itu turut dihadiri Dandim 0304/Agam Letkol Inf Viko Andrika Sandro, S.IP., M.Si., serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LVIII DIM 0304/Agam.
Dandim 0304/Agam Letkol Inf Viko Andrika Sandro menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya seminar kesehatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan edukasi kesehatan seperti seminar mengenai penyakit jantung memiliki manfaat penting karena memberikan pemahaman kepada anggota Persit dan keluarga mengenai bagaimana menjaga kesehatan serta melakukan pencegahan sejak dini.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menghadirkan berbagai materi kesehatan yang dibutuhkan anggota Persit maupun keluarga besar Kodim 0304/Agam.
“Terima kasih atas dilaksanakannya kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ujar Letkol Inf Viko Andrika Sandro.
Ia menilai peningkatan pengetahuan kesehatan merupakan bagian penting dalam membangun keluarga yang sehat. Dengan pemahaman yang baik, anggota keluarga diharapkan mampu mengenali faktor risiko, menerapkan pola hidup sehat, serta tidak mengabaikan berbagai keluhan kesehatan.
Seminar kesehatan Persit tersebut berlangsung dalam suasana edukatif dan interaktif. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai penyakit jantung, gejala yang perlu diwaspadai, faktor risiko, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran menjaga kesehatan jantung semakin meningkat, sehingga penyakit jantung dapat dicegah atau dideteksi lebih awal.
Kesehatan jantung, pada akhirnya, bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, tetapi membutuhkan kesadaran setiap individu untuk menjaga pola makan, aktivitas fisik, mengendalikan faktor risiko, serta segera mendapatkan pemeriksaan apabila muncul keluhan yang mengkhawatirka( Syafrianto)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar