SURABAYA — Perjalanan panjang menempuh pendidikan Magister Hukum akhirnya mencapai titik akhir bagi Ismael Koto, SH,putra Saniang Baka kecamatan x Koto Singkarak Kabupaten Solok, Setelah sebelumnya harus menghentikan pendidikan Pascasarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM) karena kesibukan politik dan bisnis, Ismael kembali melanjutkan perjuangannya hingga berhasil meraih gelar Magister Hukum (MH) dari Universitas Wijaya Putra, Surabaya.
Keberhasilan tersebut menjadi momen istimewa bagi Ismael yang selama ini menjalani berbagai aktivitas sekaligus, mulai dari anggota DPRD Kabupaten Solok, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok, hingga mengelola dunia usaha.
Pada Sabtu, 26 September 2026, Ismael Koto bersama 27 rekan seangkatannya mengikuti Yudisium Magister Hukum Universitas Wijaya Putra. Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa pendidikan yang pernah tertunda akhirnya berhasil dituntaskan.
Sebelumnya, Ismael pernah menempuh pendidikan Magister Pascasarjana di UGM.
Bahkan, proses pendidikannya ketika itu sudah hampir mendekati garis akhir. Namun, kesibukan mengikuti kontestasi Pilkada Kota Solok serta aktivitas bisnis membuat pendidikan tersebut tidak dapat diselesaikan.
Meski demikian, Ismael memilih tidak berhenti pada kegagalan menyelesaikan pendidikan sebelumnya.
Tekad untuk kembali menuntaskan pendidikan S2 terus dipeliharanya hingga akhirnya memilih Universitas Wijaya Putra sebagai tempat melanjutkan pendidikan.
Bagi Ismael, keberhasilan tersebut bukan sekadar memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, yudisium tersebut menjadi pembuktian bahwa perjalanan yang sempat terhenti masih dapat dilanjutkan dengan kemauan, kesabaran, dan dukungan keluarga.
“Alhamdulillah, hari ini saya bisa mengikuti yudisium Magister Hukum di Universitas Wijaya Putra Surabaya.
Ini merupakan perjalanan yang cukup panjang bagi saya. Pernah kuliah di UGM dan hampir selesai, tetapi karena mengikuti kontestasi Pilkada Kota Solok serta kesibukan mengurus bisnis, akhirnya tidak bisa saya tuntaskan,” ujar Ismael.
Ismael yang merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Andalas, BP 1987, mengatakan pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan pendidikannya.
Ia kemudian kembali melangkah dan melanjutkan pendidikan Pascasarjana hingga akhirnya berhasil mencapai tahap yudisium. Menurutnya, tidak ada kata terlambat untuk kembali belajar dan menyelesaikan sesuatu yang pernah tertunda.
“Saya percaya, dengan semangat dan dukungan keluarga, akhirnya saya bisa sampai pada tahap yudisium ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar, rekan kerja dan sesama anggota DPRD Kabupaten Solok, teman-teman satu angkatan, para dosen, rekan bisnis, serta seluruh keluarga besar Partai Demokrat yang turut memberikan doa, dukungan dan motivasi.
Perjalanan akademik Ismael Koto menjadi gambaran bahwa kesibukan dan berbagai tuntutan kehidupan tidak harus menjadi alasan untuk berhenti belajar.
Sebuah cita-cita yang tertunda masih dapat diwujudkan ketika kemauan untuk menyelesaikannya tetap dipertahankan.
Kini, setelah melewati perjalanan panjang dari UGM hingga Universitas Wijaya Putra, Ismael Koto akhirnya dapat menyandang gelar Magister Hukum.
“Tidak menyerah, terus berusaha dan tetap percaya bahwa setiap perjuangan akan menemukan waktunya untuk sampai pada tujuan,” menjadi semangat yang mengiringi perjalanan akademiknya.( Yef/SD)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar