KABUPATEN SOLOK, SumbarMaju.Com — Semangat gotong royong ditunjukkan jajaran FKPPI 0314 dan 0309 Solok Raya dengan terjun langsung membantu membersihkan material sedimen dan lumpur sisa banjir bandang (galodo) yang melanda kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan gotong royong tersebut dipimpin langsung oleh Oomon Aristo, didampingi Nofri Yetti, Edy Bajay, Eri Mar johan, Muramoto, Yudes Nely, Azizurrahim, SH, Azizurrahman ,Mirza Rasul dan Nurhaida.
Bersama anggota FKPPI lainnya, mereka bergerak membersihkan lumpur, pasir, batu, kayu serta material lain yang terbawa arus galodo.
Nofri Yetti Wakil Sekretaris mewakili Ketua PC FKPPI 0314 Dr. IGM Afridoni Aradhita, menyampaikan bahwa kehadiran FKPPI di lokasi bencana merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial organisasi terhadap masyarakat.
Menurutnya, dalam kondisi bencana seperti saat ini, FKPPI tidak cukup hanya menyampaikan rasa prihatin, tetapi harus hadir dan mengambil bagian secara langsung sesuai kemampuan yang dimiliki.
“Kami mewakili Ketua PC FKPPI 0314 Dr. IGM Afridoni Aradhita, bersama FKPPI 0309 Solok Raya, turun langsung melakukan gotong royong. Ini bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang terdampak galodo,” ujar Nofri.
Ia mengatakan, material sedimen yang terbawa arus banjir bandang cukup mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, pembersihan perlu dilakukan secara bersama-sama agar kondisi lingkungan dapat segera kembali lebih baik.
“Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah kebersamaan. Mari kita saling membantu dan bergotong royong. FKPPI akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama ketika daerah kita sedang menghadapi musibah,” katanya.
Sementara itu, Oomon Aristo yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan bahwa aksi gotong royong merupakan bagian dari semangat pengabdian FKPPI kepada masyarakat. Menurutnya, tenaga dan waktu yang diberikan di lapangan merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap korban bencana.
Para anggota FKPPI terlihat bekerja bersama membersihkan material yang menumpuk di sejumlah titik. Lumpur, pasir, batu, kayu dan material lainnya dibersihkan secara bertahap dengan peralatan yang tersedia.
Oomon menegaskan, kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat memperkuat hubungan FKPPI dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong pascabencana.
“Kita hadir bukan sekadar membawa nama organisasi, tetapi membawa semangat pengabdian. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, kita berusaha hadir dan ikut bekerja,” ujarnya.
FKPPI 0314 dan 0309 Solok Raya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu proses pemulihan pascagalodo. Pemerintah, organisasi masyarakat, pemuda dan masyarakat umum dinilai memiliki peran penting dalam mempercepat pembersihan serta pemulihan wilayah terdampak.
Kegiatan gotong royong tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian FKPPI Solok Raya terhadap kondisi masyarakat pascabencana.
Semangat yang dibawa sederhana, namun penting: hadir, bekerja bersama dan membantu masyarakat menghadapi dampak galodo.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, FKPPI 0314 dan 0309 Solok Raya menegaskan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan di wilayah Solok Raya.( Yef)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar