Terengganu, Malaysia. SumbarMaju. Com — Semangat mengharumkan nama madrasah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dan Indonesia dibawa lima siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Solok dalam ajang Asia Pacific Olympiad Championship and Sustainable Tourism Workshop (APOC) 2026 di Terengganu, Malaysia.
Kompetisi yang berlangsung pada 7–10 September 2026 tersebut mempertemukan ratusan pelajar dari berbagai negara. Sekitar 550 peserta ambil bagian dalam sejumlah kategori kompetisi yang menjadi bagian dari kegiatan internasional yang diselenggarakan Universiti Malaysia Terengganu (UMT).
Lima siswa MAN 2 Solok tampil pada bidang yang berbeda. Mereka adalah Zaskia Almira Nezi yang mengikuti kompetisi Biologi, Tsaqif Abdul Aziz pada Arabic Speech, Raissa Adrienne Luthfia Islamy pada Public Speaking, Zahra Zakia Elyoria pada Biologi Test, dan Febria Angie Renata pada Story Telling.
Perjalanan kelima siswa tersebut ke pentas internasional tidak hanya menjadi kesempatan untuk meraih prestasi. Ajang ini juga menjadi pengalaman berharga untuk menguji kemampuan, keberanian, komunikasi, serta kesiapan mental ketika harus berhadapan dengan pelajar dari berbagai negara.
Kelima delegasi MAN 2 Solok didampingi Kepala MAN 2 Solok Nasrul Hamsyah, S.Ag., bersama dua pendamping, Risfanelti, S.Pd. dan Tessy Oktiamida, M.Pd. Kehadiran para pendamping diharapkan dapat memberikan dukungan sekaligus memastikan para siswa dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok Dr. H. Dedi Wandra, MA, yang juga Koordinator Delegasi SAOC Kabupaten Solok, menyebut para peserta yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi dan pembinaan.
Menurutnya, para siswa yang terpilih merupakan peserta terbaik yang telah dipersiapkan melalui bimbingan teknis serta pembinaan sebelum mengikuti kompetisi di Terengganu.
“Peserta yang terpilih merupakan siswa terbaik hasil seleksi panitia lokal. Mereka juga telah mengikuti bimbingan teknis dan pembinaan sebagai persiapan sebelum bertolak ke Terengganu,” kata Dedi Wandra.
Keikutsertaan Kabupaten Solok pada ajang tersebut menjadi catatan tersendiri karena merupakan partisipasi perdana. Tahun ini, Kabupaten Solok mengirimkan sebanyak 16 delegasi dari dua madrasah, terdiri atas 11 siswa MAN 1 Solok dan lima siswa MAN 2 Solok.
Kepala MAN 2 Solok Nasrul Hamsyah, S.Ag., mengatakan pengalaman tampil di kompetisi internasional diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir para siswa. Menurutnya, keberanian untuk tampil dan bersaing merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter peserta didik.
“Ini kesempatan yang sangat baik bagi siswa MAN 2 Solok untuk mengukur kemampuan mereka di tingkat internasional. Jangan takut bersaing,” ujarnya.
Ia berharap keikutsertaan tersebut menjadi inspirasi bagi siswa lainnya agar tidak ragu mengikuti berbagai kompetisi. Prestasi, menurutnya, tidak selalu harus dimulai dari kemenangan, tetapi juga dari keberanian untuk mencoba dan berani tampil di hadapan peserta dari berbagai negara.
“Kami mendukung penuh dan berharap mereka mampu memberikan yang terbaik serta membawa nama baik sekolah, Kabupaten Solok, Sumbar dan Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, berpesan agar para siswa mempersiapkan diri secara menyeluruh.
Selain kemampuan akademik, mental, etika, dan sikap selama berada di negara lain juga harus menjadi perhatian.
“Saya yakin peserta yang akan bertanding ini semua memiliki mental juara. Saya meminta para peserta menjaga sikap, etika, dan nama baik Kabupaten Solok selama berada di Malaysia,” ujarnya.
APOC 2026 diikuti peserta dari sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, Malaysia, Kamboja, Thailand, dan negara lainnya. Bagi lima siswa MAN 2 Solok, kesempatan tersebut menjadi langkah penting untuk membuktikan bahwa pelajar madrasah dari daerah juga mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan di panggung internasional. (Yef/RN)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar