Hj. Harneli Bahar Apresiasi Kekompakan Bundo Kanduang IKM NTT, Rawat Adat dan Budaya Minangkabau di Rantau.

Hj. Harneli Bahar Apresiasi Kekompakan Bundo Kanduang IKM NTT, Rawat Adat dan Budaya Minangkabau di Rantau.

Redaksi

KUPANG, NTT, SUMBARMAJU.COM – Hj. Harneli Bahar, istri Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi kekompakan Bundo Kanduang Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam menjaga silaturahmi, merawat adat dan budaya, serta memperkuat persaudaraan masyarakat Minangkabau di perantauan. Apresiasi tersebut mengemuka dalam temu ramah bersama keluarga besar IKM NTT di Rumah Makan Bundo Kanduang, Kota Kupang, Sabtu (17/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara Ranah Minang dan masyarakat Minangkabau di NTT. 


Kehadiran Bundo Kanduang DPW IKM NTT dan DPD IKM Kota Kupang mencerminkan semangat kebersamaan serta kecintaan terhadap kampung halaman yang tetap terjaga meskipun berada jauh dari Sumatera Barat.

Dalam kegiatan tersebut, Hj. Harneli Bahar mendampingi Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. 

Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi, S.Pd., M.Si., Ketua DPW IKM NTT, Dr. Asrial Chatib, Ketua DPD IKM Kota Kupang, Aliluddin, beserta jajaran dan keluarga besar IKM.


Kekompakan Bundo Kanduang memiliki arti penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Selain menjadi wadah silaturahmi kaum perempuan, organisasi ini juga berperan menjaga kelestarian adat, menanamkan nilai kesopanan, serta mewariskan budaya Minangkabau kepada generasi muda di tanah rantau.


Dalam pertemuan tersebut, hadir Ketua Bundo Kanduang IKM NTT, Hj. Rosminar Ma'ruf, bersama sejumlah anggota, di antaranya Ria, Betrina, Emi Kaidar, Emi Sukbaini, Tati, Lia, Yanti Mufid, dan anggota lainnya. Kehadiran mereka memperlihatkan kekompakan kaum perempuan Minangkabau dalam menjaga hubungan kekeluargaan dan melestarikan adat di perantauan.


Semangat kebersamaan warga Minang di Kupang juga terlihat dari partisipasi mereka dalam menyambut dan menjamu kontingen Sumatera Barat pada ajang Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II. Dukungan tersebut menjadi wujud kepedulian perantau terhadap saudara-saudara dari kampung halaman sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan antarsesama urang Minang.


Temu ramah itu turut dihadiri Ketua DPW PKDP, H. Yurnalis, Ketua DPD PKDP, Azwar Caniago, serta Ketua DPW Gebu Minang, Yoserizal. 


Kehadiran para pengurus organisasi masyarakat Minang tersebut memperlihatkan semangat kebersamaan dan dukungan antarlembaga dalam memperkuat persatuan masyarakat Minangkabau di NTT.


Sebagai istri Gubernur Sumatera Barat, Hj. Harneli Bahar hadir dalam silaturahmi tersebut bersama rombongan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. 


Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan dengan masyarakat Minang di NTT sekaligus menegaskan pentingnya peran kaum perempuan dalam menjaga identitas dan budaya Minangkabau.


Bundo Kanduang memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam menjaga kesinambungan adat Minangkabau. 

Melalui kegiatan sosial, silaturahmi, dan pembinaan keluarga, kaum perempuan dapat menanamkan nilai-nilai luhur kepada anak-anak dan generasi muda agar tetap mengenal adat, menghormati orang tua, serta menjunjung tinggi sopan santun di mana pun berada.


Peran tersebut sejalan dengan falsafah Minangkabau, “Bundo Kanduang limpapeh rumah nan gadang, umbun puruak pagangan kunci, pusek jalo kumpulan tali.” Pepatah yang sarat makna ini menempatkan Bundo Kanduang sebagai sosok penting dalam menjaga kehormatan keluarga, merawat adat, dan menyatukan tali persaudaraan. 


Di tangan perempuan Minangkabau, nilai-nilai luhur diwariskan dari generasi ke generasi agar identitas budaya tetap hidup sepanjang zaman.


Di perantauan NTT, kekompakan Bundo Kanduang menjadi kekuatan untuk menjaga hubungan antarkeluarga, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap jati diri Minangkabau. Jauh dari Ranah Minang bukan berarti jauh dari adat dan budaya, sebab kecintaan terhadap kampung halaman dapat terus tumbuh melalui kebersamaan, keteladanan, dan kepedulian terhadap generasi penerus.


Sementara itu, Ketua DPW IKM NTT, Dr. Asrial Chatib, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kunjungan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, bersama Hj. Harneli Bahar. 


Ia juga mengapresiasi seluruh warga Minang, termasuk Bundo Kanduang dan berbagai organisasi perantau, yang telah berkontribusi dalam menyambut serta menjamu kontingen Sumatera Barat selama mengikuti PESONAS II.


Kebersamaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus berlanjut melalui program sosial, kebudayaan, dan kegiatan kekeluargaan yang melibatkan seluruh anggota IKM, PKDP, Gebu Minang, Bundo Kanduang, serta generasi muda. Sinergi antara organisasi diharapkan memperkuat persatuan sekaligus menjadi sarana mewariskan nilai-nilai adat Minangkabau di perantauan.


Melalui semangat basamo atau kebersamaan, Bundo Kanduang IKM NTT diharapkan terus menjaga kekompakan, merawat adat, dan memperkuat persaudaraan di tanah rantau. Sebab, sejauh mana pun urang Minang melangkah, kecintaan terhadap kampung halaman dan nilai-nilai luhur Minangkabau hendaknya tetap hidup dalam hati, keluarga, dan kehidupan bermasyarakat. (Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar