SUMBARMAJU.COM | KUPANG.NTT — Kehangatan persaudaraan ranah dan rantau terasa begitu kental saat kontingen Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Sumatera Barat tiba di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedatangan rombongan disambut meriah oleh warga Minang yang tergabung dalam DPW dan DPD Ikatan Keluarga Minang (IKM) se-NTT, DPW dan DPD Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) se-NTT, serta Bundo Kanduang, Selasa hingga Kamis, 13–15 Oktober 2026.
Penyambutan dimulai sejak penjemputan kontingen di Bandara El Tari Kupang pada Selasa malam, 13 Oktober 2026, sekitar pukul 00.00 WITA.
Meski waktu sudah larut malam, semangat warga Minang untuk menyambut dunsanak dari kampung halaman tetap tinggi. Sambutan tersebut menjadi wujud kepedulian dan dukungan masyarakat perantauan terhadap perjuangan peserta yang membawa nama Sumatera Barat di ajang nasional.
Suasana semakin semarak saat pembukaan PESONAS II di GOR Flobamora, Rabu, 14 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, IKM turut menampilkan seni budaya Minangkabau berupa tari piring. Penampilan khas Ranah Minang itu mendapat sambutan meriah dan tepuk tangan dari para pengunjung yang hadir.
Tari piring bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada masyarakat di Kota Kupang. Penampilan tersebut sekaligus memperlihatkan kebanggaan warga Minang terhadap warisan budaya daerah yang tetap dijaga meskipun berada jauh dari kampung halaman.
Dukungan warga Minang tidak berhenti pada penyambutan dan penampilan budaya. Mereka juga ikut mendampingi rombongan dalam rangkaian kegiatan pembukaan serta memberikan semangat kepada para peserta selama perlombaan berlangsung.
Kebersamaan ini menjadi gambaran nyata kuatnya ikatan kekeluargaan antara masyarakat Sumatera Barat dan para perantau di NTT.
Puncak kebersamaan berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2026, melalui pertemuan silaturahmi yang digelar pukul 16.00 hingga 19.00 WITA di kediaman Ketua DPW IKM NTT, Dr. Asrial Chatib. Selain memimpin organisasi perantau Minang di NTT, Dr. Asrial Chatib juga merupakan dosen Universitas Nusa Cendana yang telah mengabdi selama 36 tahun.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Ibu Gubernur Sumatera Barat, Hj. Harneli Bahar, bersama panitia, pembimbing, pelatih, orang tua, dan 35 peserta lomba dari rombongan Sumatera Barat. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, mempertemukan para peserta dengan dunsanak Minang yang berada di perantauan.
Dalam kesempatan itu, perwakilan rombongan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua DPW IKM NTT, Ketua DPW PKDP NTT, serta seluruh pengurus dan warga Minang yang telah berpartisipasi menyambut kedatangan kontingen. Apresiasi juga diberikan atas pendampingan sejak penjemputan, pembukaan kegiatan, hingga dukungan terhadap peserta yang sedang mengikuti perlombaan.
Sementara itu, Ketua DPW IKM NTT, Dr. Asrial Chatib, menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan Sumatera Barat. Ia menyambut gembira kehadiran dunsanak dari kampung halaman yang berkesempatan bersilaturahmi dengan masyarakat Minang di Kupang.
Suasana pertemuan semakin meriah dengan suguhan lagu-lagu Minang yang membangkitkan kerinduan terhadap kampung halaman. Ibu Gubernur Sumatera Barat, Hj. Harneli Bahar, juga turut menyumbangkan lagu, menambah kehangatan dan kemeriahan acara. Momen tersebut menjadi bagian istimewa dari silaturahmi yang mempererat hubungan antara rombongan dan warga Minang di NTT.
Kemeriahan dilanjutkan dengan makan bersama yang disiapkan oleh Bundo Kanduang di Kupang. Hidangan khas Minangkabau disuguhkan sebagai bentuk keramahan dan penghormatan kepada para tamu. Acara kemudian dilengkapi dengan foto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan tersebut.
Setelah silaturahmi, rombongan bersama warga Minang melanjutkan kegiatan dengan memberikan dukungan langsung terhadap pertandingan bola di GOR Flobamora.
Kehadiran mereka di arena pertandingan menunjukkan bahwa dukungan kepada kontingen Sumatera Barat tidak hanya diberikan melalui sambutan seremonial, tetapi juga melalui kehadiran dan semangat kebersamaan.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa persaudaraan masyarakat Minangkabau tetap terjaga kuat di mana pun berada. Penjemputan di bandara, penampilan tari piring, pertemuan silaturahmi, hingga dukungan terhadap pertandingan memperlihatkan eratnya hubungan antara ranah dan rantau.
Sambutan hangat warga Minang di Kupang diharapkan dapat menambah semangat para peserta PESONAS II Sumatera Barat dalam mengikuti setiap pertandingan. Lebih dari sekadar ajang olahraga, momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian, dan menjaga kebanggaan terhadap budaya Minang. ( Yef)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar