Buya DR. C.H. Zulkifli Gaungkan Gerakan Wakaf Al-Qur’an , ini Pesannya : Pahalanya Selalu Mengalir

Buya DR. C.H. Zulkifli Gaungkan Gerakan Wakaf Al-Qur’an , ini Pesannya : Pahalanya Selalu Mengalir

Redaksi

Arosuka,SumbarMaju.com  – Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M di Kabupaten Solok tidak hanya diwarnai dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga hadirnya gerakan sosial yang memberi manfaat langsung bagi umat. Ajakan itu datang dari Buya DR. C.H. Zulkifli, S.Ag., MM., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Solok dan Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Solok.

Ajakan untuk menghidupkan Wakaf Mushaf Al-Qur’an ini ia sampaikan saat ditemui awak media usai memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Kemenag di Arosuka. Dengan penuh ketegasan, Buya Zulkifli menyampaikan bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup umat Islam sepanjang zaman, sehingga keberadaannya harus selalu dijaga.


“Dalam rangka menyambut Maulid Nabi ini mari kita bersama-sama menggencarkan gerakan wakaf mushaf. Insya Allah, mushaf yang terkumpul akan disalurkan ke masjid dan mushalla yang kondisi Al-Qur’annya sudah lusuh atau tidak layak. Dengan demikian, masyarakat dapat terus membaca dan menghidupkan ayat-ayat suci dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.


Sebagai Ketua ISNU dan BKMT Kabupaten Solok, Buya Zulkifli memiliki jaringan yang luas baik di kalangan akademisi maupun majelis taklim ibu-ibu. Melalui kedua organisasi tersebut, ia berencana menggerakkan potensi umat agar gerakan wakaf Al-Qur’an bisa berjalan lebih masif. “Insya Allah ISNU dan BKMT akan ikut menyemarakkan program ini. Kita ingin seluruh lapisan masyarakat, dari kalangan intelektual sampai jamaah pengajian, ikut serta dalam wakaf mushaf,” ungkapnya.


Seruan ini disambut positif jajaran Kementerian Agama. Sejumlah kepala seksi, kepala KUA, hingga para penyuluh agama menyatakan komitmen untuk ikut berpartisipasi. Mereka menilai, ajakan Buya Zulkifli menjadi energi baru untuk menghidupkan syiar Islam sekaligus memberi contoh nyata kepada masyarakat.


Rangkaian kegiatan Maulid Nabi tahun ini dipusatkan di wilayah selatan Kabupaten Solok, tepatnya di Masjid Sianggai-Anggai Sariak, Nagari Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti, pada Kamis, 4 September 2025. Sejumlah tokoh nasional dan daerah hadir sebagai penceramah, di antaranya H. Hendri Panidias, S.Ag., MM. (Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sumbar) serta Buya H. Syahrul Wirda, MM. (mantan Kakanwil Kemenag Sumbar dan Sumut, sekaligus pengurus MUI Kabupaten Solok).


Dipilihnya Jorong Sianggai-Anggai sebagai lokasi acara bukanlah kebetulan, melainkan sebagai simbol perhatian sekaligus dukungan nyata terhadap gerakan wakaf Al-Qur’an. Panitia memperkirakan ribuan masyarakat akan hadir, tidak hanya untuk memperingati Maulid Nabi, tetapi juga ikut menyalurkan wakaf mushaf.


Buya Zulkifli menegaskan bahwa wakaf bukan hanya amal kebaikan, tetapi juga amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Lebih jauh, gerakan ini diyakini dapat mempererat silaturahmi dan mempersatukan umat Islam di Kabupaten Solok. “Wakaf Al-Qur’an adalah ikatan hati umat. Melalui wakaf, kita membangun persaudaraan dan menghidupkan cahaya Al-Qur’an di setiap nagari,” katanya.


Di samping kesibukannya di pemerintahan dan organisasi, Buya Zulkifli tetap konsisten menjaga nilai adat Minangkabau. Baru-baru ini ia meluncurkan buku berjudul “Sumbang Duo Baleh”, sebuah karya yang menegaskan pentingnya adat dan falsafah Minang dalam kehidupan modern. Tidak hanya itu, dakwah Buya kini juga merambah dunia digital melalui YouTube, Instagram, WhatsApp, dan Facebook untuk menjangkau generasi muda.


Dengan berbagai kiprah tersebut—baik sebagai Kepala Kemenag, Ketua ISNU, Ketua BKMT, ulama, maupun tokoh adat—Buya Zulkifli berharap Kabupaten Solok dapat terus menjadi garda terdepan dalam syiar keagamaan, penguatan adat budaya, serta pembinaan generasi penerus bangsa.


Sebagai penutup, Buya Zulkifli kembali menegaskan makna besar dari gerakan ini. “Dengan melakukan wakaf Al-Qur’an, kita sebagai muslim sedang beramal jariyah. Selagi Al-Qur’an itu diwakafkan dan selalu dibaca oleh si penerima, pahalanya akan tetap mengalir bagaikan air sungai,” ucapnya penuh haru.( Yef )



-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar