Sawahlunto, Senin, 08/09/2025 – SumbarMaju.com – Kota Sawahlunto kembali menjadi sorotan dunia melalui Sawahlunto International Silungkang Songket Carnaval (SISSCA) 2025. Event budaya ini tidak hanya menampilkan parade songket yang memukau, tetapi juga membuktikan bahwa kekayaan budaya Sumatera Barat mampu bersaing di panggung internasional, sekaligus menjadi daya tarik pariwisata dan ekonomi kreatif.
Acara yang berlangsung meriah di Kota Tua Sawahlunto, salah satu ikon warisan budaya nasional, dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Rusaymi, bersama pejabat daerah, tokoh adat, ulama, pelaku seni, serta ribuan masyarakat dan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Vasco Rusaymi menyampaikan rasa syukur dan bangga atas terselenggaranya SISSCA 2025. “Melalui acara ini, kita tunjukkan kepada dunia bahwa songket Silungkang bukan sekadar kain yang mempercantik penampilan, tetapi juga simbol kebanggaan Sumatera Barat dan Indonesia. Kota Tua Sawahlunto yang kini masuk prioritas pembangunan nasional tahun 2026 akan semakin menjadi pusat budaya, pariwisata, dan inovasi kreatif,” ujar Vasco.
Lebih lanjut, Vasco Rusaymi menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya. “Dengan doa, dukungan, dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, kita optimis Sumatera Barat akan semakin jaya, luar biasa, dan diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
SISSCA 2025 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang memukau, mulai dari parade songket Silungkang yang menampilkan kombinasi busana tradisional dan modern, pertunjukan seni budaya Minangkabau, workshop tenun songket, hingga pameran kerajinan tangan khas daerah. Setiap rangkaian acara dirancang untuk memberikan pengalaman budaya yang otentik sekaligus memperkenalkan teknik tenun khas Silungkang kepada peserta dan wisatawan mancanegara.
Ratusan peserta dari berbagai daerah dan negara turut memeriahkan parade, mengenakan busana songket dengan motif klasik hingga kontemporer, memadukan warna-warna cerah yang mencerminkan kekayaan estetika budaya Minangkabau. Penonton dari berbagai kalangan memberikan tepuk tangan meriah, menyaksikan setiap penampilan dengan kagum.
Selain menampilkan keindahan seni, SISSCA 2025 juga menjadi panggung promosi ekonomi kreatif lokal. Para pengrajin songket dan kerajinan tangan memperoleh kesempatan memasarkan produk mereka langsung kepada pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya.
Wakil Gubernur Vasco Rusaymi menutup sambutannya dengan pesan yang penuh semangat: “Mari kita jadikan SISSCA 2025 benar-benar mendunia. Dari Sawahlunto, kita tunjukkan bahwa songket Silungkang mampu mengangkat martabat budaya Indonesia di mata dunia, sekaligus memperkuat identitas dan kebanggaan Sumatera Barat.”
Acara ditutup dengan pawai penutup yang spektakuler, diiringi musik tradisional dan modern, menampilkan harmonisasi budaya dan kreativitas yang menjadi ciri khas SISSCA. Keberhasilan penyelenggaraan event ini sekaligus menegaskan komitmen Sawahlunto dan Sumatera Barat untuk terus mengembangkan budaya lokal sebagai ikon global, sekaligus memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Dengan kesuksesan SISSCA 2025, Sawahlunto semakin menunjukkan kapasitasnya sebagai kota budaya mendunia, dan Sumatera Barat semakin diperhitungkan sebagai salah satu ikon kebanggaan Indonesia di mata dunia.( Yef )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar