Bogor — SumbarMaju.com.Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Solok, H. Yulfentri, menjadi salah satu dari 29 kepala madrasah se-Sumatera Barat yang terpilih mengikuti kegiatan kunjungan ke Institut Pertanian Bogor (IPB) pada hari Minggu, 26 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penjajakan kerja sama implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas untuk memperkuat inovasi madrasah di bidang pengelolaan sampah terpadu dan energi terbarukan.
Program PHTC ini bertujuan untuk mendorong madrasah menjadi pusat pembelajaran berbasis lingkungan yang berkelanjutan. Melalui kerja sama dengan IPB, para kepala madrasah mendapatkan wawasan dan model pengembangan sistem waste management serta energi hijau yang dapat diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.
Menurut H. Yulfentri, kegiatan ini menjadi langkah penting bagi MAN 3 Solok dalam membangun ekosistem madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
> “Madrasah perlu bertransformasi menjadi lembaga yang adaptif terhadap isu global, terutama dalam pengelolaan lingkungan. Melalui kerja sama ini, kita berharap dapat menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang efisien dan memberikan dampak nyata bagi warga madrasah,” ujar beliau.
Kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi praktik baik antar madrasah di Sumatera Barat yang telah menerapkan program serupa. IPB sebagai institusi pendidikan tinggi ternama di bidang pertanian dan lingkungan diharapkan dapat menjadi mitra strategis bagi madrasah dalam mengembangkan program riset terapan dan inovasi teknologi ramah lingkungan.
Selain kunjungan dan diskusi ilmiah, para peserta juga mendapatkan kesempatan meninjau langsung laboratorium dan pusat penelitian IPB yang berkaitan dengan pengelolaan limbah dan produksi energi baru terbarukan. Kegiatan lapangan ini memberikan gambaran konkret tentang bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara efisien untuk kebutuhan madrasah.
Ke depan, hasil penjajakan ini akan ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Agama dan pihak IPB, yang memungkinkan madrasah di Sumatera Barat, termasuk MAN 3 Solok, menjadi pionir dalam penerapan madrasah hijau (green school) berbasis teknologi dan inovasi lingkungan. Diharapkan, kerja sama ini tidak hanya meningkatkan kapasitas kelembagaan, tetapi juga menumbuhkan karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan berwawasan ekologis.
( A.R )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar