Kabupaten Solok. SumbarMaju. Com— Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah terasa begitu kental dalam pelaksanaan Gebyar Muharam yang digelar di Masjid Al Zaimah Sulit Air, Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir.
Kegiatan yang dikemas dalam Pertemuan Tahunan Muballigh dan Muballighah se-Sumatera Barat itu berlangsung meriah dengan dihadiri lebih dari 120 muballigh dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat peran dakwah Islam di tengah masyarakat.
Ketua panitia, Buya Maqomam Mahmuda, dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Juni 2026.
Menurutnya, forum tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai rekomendasi strategis yang nantinya dapat diteruskan kepada pemerintah daerah dalam bentuk regulasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Ia menyebut, salah satu gagasan penting yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah dorongan lahirnya peraturan daerah terkait pemberantasan penyakit masyarakat atau pekat.
Usulan itu datang dari sejumlah tokoh perantau Sulit Air yang menilai regulasi tersebut penting untuk menjaga moral generasi muda.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Solok, Buya Darman BA, mengingatkan seluruh muballigh dan muballighah agar terus menjalankan peran dakwah secara aktif di tengah kehidupan masyarakat.
Menurutnya, masjid yang megah dan indah tidak boleh dibiarkan sepi dari aktivitas ibadah. Karena itu, para muballigh diharapkan mampu menjadi penggerak umat dengan semangat amar ma’ruf nahi mungkar dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut. Ia menilai forum ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat pembangunan karakter masyarakat berbasis nilai-nilai keislaman.
Ivoni Munir juga menegaskan komitmennya untuk mendorong pemerintah daerah agar dapat menindaklanjuti aspirasi yang lahir dari forum tersebut, termasuk rencana penyusunan perda tentang penyakit masyarakat yang menjadi salah satu pembahasan utama.
Kemeriahan Gebyar Muharam semakin terasa dengan penampilan atraksi puluhan pendekar dari Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Solok yang memukau para peserta dan undangan yang hadir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pjs Wali Nagari Sulit Air bersama perangkat nagari, tokoh masyarakat, unsur organisasi Islam, serta para peserta dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Pada kesempatan itu, Epinaldi dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Sumatera Barat mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun Hijriah sebagai ajang introspeksi dan memperkuat kontribusi positif bagi bangsa dan daerah.
Menurutnya, semangat hijrah harus dimaknai sebagai upaya menyatukan hati, pikiran, serta tindakan untuk terus bekerja keras membangun negeri yang lebih baik, sekaligus menghadirkan keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat. (Yef/Albert)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar