Hingga Nafas Terakhir untuk Tamu Allah: Refleksi atas Pengabdian Dr. Fitri Rizkiani di Tanah Suci. Oleh: Dr. H. Afrizen, S.Ag., M.Pd.Kepala Asrama Haji Kelas I Padang.Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Hingga Nafas Terakhir untuk Tamu Allah: Refleksi atas Pengabdian Dr. Fitri Rizkiani di Tanah Suci. Oleh: Dr. H. Afrizen, S.Ag., M.Pd.Kepala Asrama Haji Kelas I Padang.Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Redaksi

Padang. SumbarMaju. Com - Duka mendalam menyelimuti Keluarga Besar Penyelenggaraan Ibadah Haji  ( BPIH) Indonesia atas wafatnya Dr. Fitri Rizkiani, Petugas Tenaga Kesehatan Haji Kloter UPG 8, yang berpulang ke rahmatullah saat menjalankan amanah mulia di Tanah Suci. 

Kepergian beliau meninggalkan kesedihan yang mendalam, namun juga menghadirkan keteladanan tentang arti pengabdian yang sesungguhnya.


Kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap manusia. 

Namun Allah SWT memiliki cara yang berbeda dalam memilih waktu, tempat, dan keadaan hamba-Nya kembali. Ada yang dipanggil saat berada di rumah, ada yang ketika sedang beristirahat, dan ada pula yang dipanggil ketika sedang melayani sesama. Almarhumah termasuk di antara mereka yang menghembuskan napas terakhir saat mengemban tugas mulia membantu para tamu Allah.


Di tengah jutaan jemaah yang datang dari berbagai penjuru dunia, petugas kesehatan haji memiliki peran yang sangat penting. Mereka hadir sebagai penjaga kesehatan, penguat semangat, dan penolong bagi mereka yang membutuhkan pertolongan. Tugas itu bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah kemanusiaan yang sarat dengan nilai ibadah.


Allah SWT berfirman:


"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan."


(QS. Al-Ma'idah: 2)


Ayat ini menjadi cerminan dari seluruh aktivitas yang dijalankan oleh para petugas haji. 


Setiap bantuan yang diberikan kepada jemaah, setiap langkah yang ditempuh demi keselamatan orang lain, dan setiap pelayanan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan merupakan bentuk nyata dari perintah Allah untuk saling membantu dalam kebajikan dan ketakwaan.


Dr. Fitri Rizkiani menjalankan amanah tersebut dengan penuh dedikasi. Sebagai seorang dokter, beliau mengabdikan ilmu dan kemampuannya demi memastikan para jemaah dapat menunaikan ibadah dengan sehat dan aman. 


Di tengah kesibukan pelayanan, beliau tetap hadir untuk mereka yang membutuhkan pertolongan.


Tanah Suci menjadi saksi bagaimana para petugas kesehatan bekerja tanpa mengenal lelah. Saat sebagian orang beristirahat, mereka tetap bersiaga. Saat jemaah membutuhkan bantuan, mereka hadir dengan cepat. Di balik setiap pelayanan terdapat pengorbanan yang sering kali tidak terlihat oleh banyak orang.


Allah SWT juga berfirman:


"Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati."


(QS. Al-Hajj: 32)


Ibadah haji adalah salah satu syiar terbesar dalam Islam. Oleh karena itu, setiap bentuk pelayanan yang mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji merupakan bagian dari upaya mengagungkan syiar Allah. Para petugas haji, termasuk almarhumah, mengambil bagian dalam kemuliaan tersebut melalui pengabdian yang tulus.


Dalam pandangan Islam, pengabdian kepada sesama memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain. Nilai inilah yang tercermin dalam tugas dan pengorbanan para petugas kesehatan haji.


Rasulullah SAW bersabda:


"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."


(HR. Thabrani)


Hadis tersebut seolah menggambarkan perjalanan pengabdian Dr. Fitri Rizkiani. Kehadirannya memberikan manfaat bagi banyak orang. Setiap jemaah yang memperoleh pelayanan kesehatan, setiap pasien yang mendapatkan perhatian, dan setiap pertolongan yang diberikan menjadi jejak kebaikan yang akan terus dikenang.


Tidak mudah menjalankan tugas di tengah padatnya aktivitas ibadah haji. Cuaca yang panas, kelelahan fisik, dan tingginya tanggung jawab menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari. Namun semua itu dijalani dengan kesabaran dan keikhlasan demi memastikan para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan baik.


Ketika Allah SWT memanggil almarhumah di tengah tugas pengabdiannya, banyak hati yang terenyuh.


 Kepergian beliau menjadi pengingat bahwa hidup ini adalah amanah, dan sebaik-baik manusia adalah mereka yang menghabiskan hidupnya untuk memberi manfaat kepada orang lain.


Allah SWT berfirman:


"Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan."

(QS. At-Taubah: 120)


Ayat ini menjadi penghibur bagi seluruh keluarga, sahabat, dan rekan kerja yang ditinggalkan. Setiap kebaikan yang telah dilakukan almarhumah tidak akan pernah hilang. Semua akan tercatat sebagai amal yang bernilai di sisi Allah SWT.


Bahkan sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan seorang hamba akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Tidak ada pengorbanan yang sia-sia. Tidak ada keikhlasan yang terabaikan. Semua tersimpan rapi dalam catatan amal yang kelak akan diperlihatkan pada hari pembalasan.


Allah SWT berfirman:


"Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya."

(QS. Az-Zalzalah: 7)


Karena itu, setiap langkah yang pernah ditempuh almarhumah dalam melayani jemaah, setiap doa yang dipanjatkan untuk keselamatan orang lain, serta setiap pertolongan yang diberikan dengan tulus, insya Allah akan menjadi saksi kebaikan yang menyertainya di hadapan Allah SWT.


Bagi keluarga yang ditinggalkan, kehilangan ini tentu sangat berat. Namun di balik kesedihan tersebut tersimpan kebanggaan yang besar. Mereka telah melepas seorang putri, istri, ibu, dan anggota keluarga yang mengabdikan dirinya dalam tugas yang mulia, melayani para tamu Allah hingga akhir hayat.

Selamat jalan, Dr. Fitri Rizkiani. Engkau telah menuntaskan amanahmu dengan penuh kehormatan. Engkau telah mempersembahkan ilmu, tenaga, dan waktumu untuk kemaslahatan umat.


 Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahmu, mengampuni segala khilafmu, melapangkan kuburmu, dan menempatkanmu bersama orang-orang saleh di surga-Nya.

اللهم اغفر لها وارحمها وعافها واعف عنها

Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah segala kesalahannya.


 Semoga wafatnya menjadi husnul khatimah, menjadi inspirasi bagi seluruh petugas haji Indonesia, dan menjadi teladan tentang arti pengabdian yang dilakukan dengan penuh keikhlasan hingga akhir hayat.( Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar