Sumbarmaju.com– Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal menegaskan, jabatan bukanlah simbol kenyamanan, melainkan amanah yang diuji di tengah kesulitan terutama dalam kondisi pascabencana yang masih dihadapi daerah itu.
Penegasan disampaikan Muhammad Iqbal saat melantik lima pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam, Jumat (2/1/2025).
“Kita ingin pejabat yang memiliki telinga untuk mendengarkan keluhan warga dan tangan yang cepat bekerja di lapangan,” tegasnya.
Menurut M Iqbal, jabatan tidak diuji di balik meja kerja yang rapi atau ruangan kerja nyaman, melainkan di tengah lumpur, puing dan duka masyarakat terdampak bencana.
“Di sanalah kredibilitas kita sebagai pemimpin dipertaruhkan. Tidak sedikit saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan dan mereka semua adalah prioritas kita,” ujarnya.
Dia kembali mengingatkan bahwa jabatan yang diemban para pejabat bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, kehilangan mata pencaharian, hingga anak- anak yang kehilangan ruang belajar akibat bencana.
“Merekalah yang membutuhkan bukti nyata dari kerja kita. Ingat, masyarakat adalah atasan kita yang sesungguhnya,” kata M Iqbal.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa visi mewujudkan Agam yang Maju dan Madani tidak boleh surut meski dihadapkan pada ujian alam.
“Ada pemulihan ekonomi yang harus dipercepat, infrastruktur yang harus diperbaiki dan pelayanan publik yang harus terus ditingkatkan,” jelasnya.
Untuk itu, Muhammad Iqbal mengajak seluruh jajaran birokrasi menjadikan tahun 2026 sebagai momentum pembuktian.
“Mari jadikan 2026 sebagai tahun pembuktian bahwa birokrasi Agam adalah birokrasi yang melayani dengan dengan baik"( Syafrianto )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar