Solok. SumbarMaju.com — Dalam dinamika kehidupan modern yang penuh tekanan, tidak sedikit masyarakat yang mengalami kelelahan batin akibat berbagai ujian hidup. Persoalan ekonomi, keluarga, pekerjaan, hingga musibah sering datang silih berganti dan menguras ketahanan jiwa Jumat, 2/1/2026.
Ajaran Islam menegaskan bahwa kelelahan dan kesulitan bukanlah tanda kegagalan hidup, melainkan bagian dari proses pembentukan kedewasaan iman.
Tidak semua usaha langsung menampakkan hasil, namun Islam mengajarkan bahwa tidak ada satu pun ikhtiar yang sia-sia di sisi Allah ﷻ selama dilakukan dengan niat yang tulus dan cara yang benar.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-‘Ankabut ayat 2, yang menegaskan bahwa setiap orang beriman pasti akan diuji. Ujian tersebut bukan sebagai bentuk kebencian Allah, melainkan sebagai sarana penguatan iman dan peningkatan derajat hamba-Nya.
Kesadaran inilah yang menjadi fondasi ketangguhan seorang mukmin dalam menghadapi realitas kehidupan.
Ketangguhan iman tercermin dari sikap tidak mudah menyerah ketika hasil belum terlihat. Pribadi yang kuat bukanlah mereka yang tidak pernah jatuh, melainkan mereka yang mampu bangkit dan tetap berprasangka baik kepada Allah. Dalam setiap kesulitan, seorang mukmin dituntut untuk melihat sisi hikmah serta peluang untuk memperbaiki diri.
Islam juga mengajarkan pentingnya kesabaran sebagai kunci menghadapi ujian hidup. Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan menahan diri dari putus asa, tetap taat, serta terus melangkah di jalan kebaikan. Allah ﷻ menjanjikan kebersamaan-Nya bagi orang-orang yang bersabar, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 153.
Rasulullah ﷺ dalam hadis riwayat Muslim menyampaikan bahwa seluruh urusan seorang mukmin adalah kebaikan. Ketika mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, dan saat ditimpa kesusahan, ia bersabar.
Dua sikap inilah yang menjadikan seorang mukmin tetap kuat dan menang secara spiritual.
Sejumlah tokoh agama mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan kelelahan sebagai alasan untuk berhenti berbuat baik.
Justru dalam kondisi lelah, iman diuji untuk tetap bersandar kepada Allah melalui doa, salat, dan amal saleh. Keteguhan inilah yang melahirkan ketenangan batin dan kekuatan jiwa.
Dengan demikian, ketika hati terasa lelah oleh beratnya perjalanan hidup, iman harus tetap menjadi pegangan utama.
Sebab, di balik setiap ujian selalu ada hikmah dan janji Allah bagi hamba-hamba-Nya yang sabar dan istiqamah.
Teruslah melangkah meski perlahan, tetap berharap meski jalan terasa panjang, karena Allah tidak pernah menyia-nyiakan usaha orang-orang yang beriman.( Yefrimon)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar