Agam Sumbar– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Agam kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat dengan menyalurkan zakat sebesar Rp703.583.000 kepada 229 mustahik di periode April 2026.
Ketua Baznas Agam, Isman Imran menjelaskan, penyaluran zakat dilakukan selama tiga hari di lokasi berbeda agar menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Hari pertama, Kamis (16/4/2026), zakat disalurkan di Masjid Agung Nurul Falah Lubuk Basung sebesar Rp236.805.000 kepada 100 mustahik. Selanjutnya, hari kedua, Senin (20/4), penyaluran berlangsung di Aula Kantor Camat Kamang Magek dengan total Rp143.500.000 untuk 54 mustahik.
Sementara hari ketiga, Selasa (21/4/2026, zakat disalurkan di Musala Kantor Pelayanan Terpadu Belakang Balok sebesar Rp323.278.000 kepada 75 mustahik.
Isman Imran menyebutkan, zakat yang disalurkan mencakup lima program unggulan Baznas Agam, yakni Agam Peduli, Agam Sehat, Agam Cerdas, Agam Makmur dan Agam Taqwa.
Program-program ini dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bantuan sosial, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi dan keagamaan.
Dia juga mengungkapkan, penerimaan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) selama Januari hingga Maret 2026 mencapai Rp3.613.802. 818. Dari jumlah tersebut, sebagian besar dialokasikan untuk program Agam Peduli, terutama dalam penanganan kebencanaan.
“Sejak Januari hingga April 2026, penyaluran infak kebencanaan telah mencakup bantuan konsumtif Ramadan, santunan bagi warga terdampak bencana, pembangunan infrastruktur, rehabilitasi rumah, bantuan biaya sekolah hingga perbaikan sarana ibadah,” jelasnya.
Isman menambahkan, sepanjang tahun 2025, total ZIS yang berhasil dihimpun Baznas Agam mencapai Rp15 miliar lebih. Ini menurutnya, menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut.
Dalam pendistribusian zakat tersebut, Baznas Agam juga menyalurkan infak untuk Palestina Rp12,5 juta melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Agam.
Sementara itu, Bupati Agam yang diwakili Asisten I Setdakab Agam, Yunilson saat pendistribusian zakat menyampaikan, bahwa zakat yang diterima mungkin belum mampu menyelesaikan seluruh persoalan hidup, namun setidaknya dapat meringankan beban masyarakat.
Maka dia mengajak para penerima untuk mensyukuri zakat yang diterima agar membawa berkah dan kebaikan di masa mendatang.
“Gunakan zakat ini sesuai kebutuhan yang diajukan. Jika untuk pendidikan, manfaatkan untuk keberlangsungan sekolah anak-anak,” ujarnya.
Yunilson juga mendorong masyarakat penerima zakat agar turut menjadi perpanjangan tangan Baznas dan pemerintah daerah dengan menginformasikan jika ada warga lain yang layak menerima bantuan.
Menurutnya, luasnya wilayah Kabupaten Agam membuat tidak semua kondisi masyarakat dapat terpantau secara langsung. Karena itu, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan agar bantuan bisa tepat sasaran.
Namun demikian, dia menegaskan bahwa tidak semua pengajuan dapat disetujui karena ada ketentuan yang harus dipenuhi. Terlebih, dana yang dikelola Baznas merupakan amanah umat yang penyalurannya diatur sesuai syariat Islam dan harus dipertanggungjawab -kan kepada Allah SWT.
Penyaluran zakat ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial dan semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Agam, memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan untuk bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih baik.( Syafrianto )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar