Dirut PDAM Febri Fauza Angkat Bicara Soal Air Keruh, Sebut Dampak Bencana.

Dirut PDAM Febri Fauza Angkat Bicara Soal Air Keruh, Sebut Dampak Bencana.

Redaksi

Kabupaten Solok SumbarMaju. Com — Direktur Utama PDAM Kabupaten Solok, Febri Fauza, angkat bicara terkait keluhan masyarakat atas kondisi air PDAM di Nagari Sumani yang keruh, berbau, dan tidak layak digunakan.

Saat dikonfirmasi Sabtu (11/04/2026), Febri Fauza menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak terlepas dari dampak bencana banjir bandang dan galodo yang terjadi sejak akhir tahun 2025.

Menurutnya, sumber air baku yang digunakan untuk diolah menjadi air bersih saat ini dalam kondisi keruh, terutama saat hujan turun. 

Sementara itu, instalasi pengolahan air (IPA) mengalami kerusakan berat bahkan tidak dapat difungsikan secara optimal.


“Air baku yang menjadi sumber air bersih itu keruh saat hujan. Sementara instalasi pengolahan air kami rusak berat, bahkan belum bisa difungsikan,” ungkapnya.


Ia juga menyampaikan bahwa sejak pascabencana Desember lalu hingga saat ini, PDAM telah menonaktifkan rekening pelanggan sebagai bentuk keringanan kepada masyarakat.


“Sejak banjir bandang, rekening air masyarakat kami nonaktifkan. Jadi masyarakat tidak dikenakan pembayaran,” jelasnya.


Dalam kondisi keterbatasan tersebut, PDAM tetap berupaya memberikan layanan air meskipun hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.


“Layanan air saat ini lebih kepada memenuhi kebutuhan dasar saja. Kalau harus dilayani dengan mobil tangki, PDAM tidak akan mampu, karena lebih dari 2.500 rumah terdampak banjir,” tambah Febri Fauza.


Sebelumnya, warga mengeluhkan kondisi air yang keruh, berbau, bahkan terdapat jentik, sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Warga berharap perbaikan segera dilakukan agar pasokan air bersih kembali normal.


Menanggapi hal itu, Febri Fauza menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus melakukan pemulihan secara bertahap, meskipun dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur dan besarnya dampak kerusakan akibat bencana.


“Harapan kami, masyarakat bisa memahami bahwa ini akibat faktor alam, bukan semata kelalaian. Kami terus berupaya melakukan perbaikan agar layanan bisa kembali normal,” tegasnya.( Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar