Graha AGPAII Sumbar: Ikhtiar Membangun Peradaban melalui Waqaf.

Graha AGPAII Sumbar: Ikhtiar Membangun Peradaban melalui Waqaf.

Redaksi

Padang.SumbarMaju.com — Gerakan Waqaf Pengadaan Graha AGPAII Sumatera Barat mulai digulirkan sebagai langkah konkret memperkuat infrastruktur organisasi dan peran strategis guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di daerah. 

Inisiatif ini menegaskan bahwa penguatan pendidikan agama tidak cukup hanya pada kurikulum, tetapi juga membutuhkan dukungan sarana yang representatif dan berkelanjutan.Jumat, 24/4/2026


Program ini diinisiasi oleh AGPAII Sumatera Barat sebagai respons atas kebutuhan riil akan pusat kegiatan terpadu yang selama ini belum dimiliki secara permanen. 

Ketiadaan fasilitas tersebut dinilai menjadi salah satu kendala dalam optimalisasi program pembinaan dan pengembangan kompetensi guru PAI.


Ketua Dewan Pengurus Wilayah AGPAII Sumatera Barat, Rimelfi, saat dihubungi awak media, Kamis (23/4/2026), menegaskan bahwa pembangunan Graha AGPAII bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keislaman.


“Kami sangat mengharapkan kawan-kawan semua untuk ikut ambil bagian dalam gerakan waqaf ini. Ini bukan hanya membangun gedung, tetapi membangun fondasi peradaban melalui pendidikan agama yang kuat,” tegasnya.


Ia mengakui, selama ini banyak kegiatan organisasi, pelatihan, hingga koordinasi antar guru PAI dilakukan secara terbatas karena keterbatasan fasilitas. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya konsolidasi dan pengembangan program secara terstruktur.


Ketua Pembangunan M. Yunus,menambahkan Graha AGPAII Sumbar dirancang sebagai pusat aktivitas multifungsi, mulai dari kantor organisasi, ruang pelatihan, tempat menginap bagi guru dari daerah, hingga pusat pengembangan ekonomi syariah. Konsep ini diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan sekaligus dalam satu ekosistem terpadu.


Lebih jauh, keberadaan Graha ini diproyeksikan menjadi titik temu strategis antar guru PAI se-Sumatera Barat, sehingga tercipta sinergi yang lebih kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan agama di sekolah-sekolah,ujar.Yunus.


Gerakan waqaf dipilih sebagai skema pembiayaan karena dinilai memiliki nilai keberlanjutan dan partisipatif. Selain menjadi solusi pendanaan, waqaf juga membuka ruang keterlibatan luas bagi masyarakat dalam pembangunan pendidikan.


Pengumpulan dana dilakukan melalui Dewan Pengurus Daerah (DPD) AGPAII di setiap kabupaten/kota, dengan harapan tercipta rasa memiliki secara kolektif terhadap Graha yang akan dibangun.


Dengan pendekatan terencana dan dukungan bersama, pembangunan Graha AGPAII Sumbar diharapkan tidak hanya terealisasi secara fisik, tetapi juga menjadi simbol keseriusan dalam memperkuat peran guru PAI sebagai pilar utama pembangunan karakter generasi di Padang dan seluruh wilayah Sumatera Barat.( Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar