Singkarak, SumbarMaju.com — MAN 2 Solok bergerak cepat menyikapi persoalan penggunaan handphone (HP) di kalangan siswa. Tak setengah-setengah, madrasah ini langsung menggandeng wali murid untuk memperkuat pengawasan demi menjaga fokus belajar tetap terarah, Jum’at, 17/4/2026.
Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya penggunaan HP yang dinilai mulai mengganggu konsentrasi siswa saat proses pembelajaran berlangsung.
Pihak madrasah menilai, tanpa kontrol yang jelas, HP berpotensi menjadi sumber distraksi yang serius di lingkungan sekolah.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Helma Endriyanti, menegaskan bahwa penggunaan HP tidak bisa dipandang sebelah mata.
Menurutnya, meski memiliki sisi positif sebagai sarana belajar, penggunaan yang tidak terkontrol justru berdampak pada menurunnya disiplin dan tanggung jawab siswa.
“Ini harus disikapi bersama. Tidak cukup hanya di madrasah, pengawasan juga harus berjalan di rumah,” tegasnya.
Dalam pertemuan yang digelar bersama wali murid, turut hadir guru Bimbingan Konseling (BK) serta wali kelas. Forum ini menjadi ruang serius untuk membahas berbagai persoalan nyata di lapangan, mulai dari kecanduan gim, penggunaan media sosial berlebihan, hingga keterlambatan pengumpulan tugas.
Madrasah juga memaparkan aturan tegas terkait penggunaan HP selama jam belajar. Siswa diminta untuk mematuhi ketentuan yang berlaku, sementara orang tua didorong mengambil peran aktif dalam mengontrol penggunaan HP anak di rumah, termasuk membatasi akses yang tidak relevan dengan pendidikan.
Menurut Kepala Sekolah, H. Maidison, S.Pd., saat dihubungi awak media via WhatsApp, menekankan bahwa pengawasan penggunaan HP tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak madrasah semata, melainkan harus melibatkan peran aktif orang tua di rumah.
Ia menegaskan, tanpa kolaborasi yang kuat, aturan yang diterapkan di sekolah akan sulit berjalan maksimal.
Tak hanya itu, diskusi berlangsung terbuka. Sejumlah wali murid menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap dampak negatif HP yang dinilai semakin sulit dikendalikan jika tanpa kerja sama yang kuat antara sekolah dan keluarga.
Pihak madrasah menegaskan, sinergi menjadi kunci utama. Tanpa dukungan orang tua, upaya penertiban di sekolah tidak akan berjalan maksimal.
Sebaliknya, dengan komunikasi yang intensif, pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa akan lebih mudah diwujudkan.
Langkah yang diambil MAN 2 Solok ini pun mendapat sambutan positif. Wali murid menilai pendekatan kolaboratif seperti ini menjadi solusi konkret di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.
Dengan pengawasan bersama yang diperkuat, MAN 2 Solok optimistis persoalan penggunaan HP dapat dikendalikan secara bertahap, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bijak dalam memanfaatkan teknologi.( Yef)

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar