Kepala MAN 2 Solok: Semangat Kartini Harus Hidup di Dunia Pendidikan, Dorong Perempuan Terus Berdaya dan Berprestasi.

Kepala MAN 2 Solok: Semangat Kartini Harus Hidup di Dunia Pendidikan, Dorong Perempuan Terus Berdaya dan Berprestasi.

Redaksi

Singkarak, SumbarMaju. Com - Keluarga besar MAN 2 Solok memperingati Hari Kartini 2026 dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Peringatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum penting untuk kembali menghidupkan nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Hari Kartini dimaknai sebagai simbol perjuangan perempuan Indonesia dalam meraih kesetaraan, terutama di bidang pendidikan. Semangat tersebut terus relevan hingga saat ini, di tengah tantangan zaman yang menuntut generasi muda untuk lebih adaptif, cerdas, dan berkarakter kuat.


Kepala MAN 2 Solok, H. Maidison, S.Pd., dalam keterangannya menyampaikan bahwa semangat Kartini harus terus hidup dan menjadi ruh dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah. Menurutnya, pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang membangun karakter, keberanian, dan kepercayaan diri peserta didik, terutama perempuan.


“Semangat Kartini harus kita hidupkan dalam dunia pendidikan. Beliau telah membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk bisa berdiri sejajar, berpendidikan, dan berkontribusi bagi bangsa. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan itu dengan cara belajar sungguh-sungguh dan berakhlak mulia,” ujar H. Maidison, S.Pd.Senin, 21/4/2026.


Ia menambahkan, perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam membangun masa depan bangsa. Dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas, perempuan adalah pilar penting yang menentukan arah peradaban.


Karena itu, MAN 2 Solok terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, inklusif, dan mendukung tumbuhnya potensi seluruh peserta didik tanpa membedakan gender. Setiap siswa, khususnya siswi, didorong untuk berani bermimpi dan percaya pada kemampuan diri sendiri.


Menurutnya, tantangan zaman modern menuntut generasi muda untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan karakter, mental yang tangguh, serta akhlak yang baik.


“Jangan pernah merasa kecil atau tidak mampu. Kartini telah mengajarkan kepada kita bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berjuang. Justru dari keterbatasan itulah lahir kekuatan besar,” tambahnya dengan penuh haru.


Peringatan Hari Kartini di MAN 2 Solok juga diharapkan menjadi refleksi bersama bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih inspiratif dan membangun semangat peserta didik.


H. Maidison, S.Pd. juga mengajak seluruh warga madrasah untuk menjadikan momen ini sebagai penguat komitmen dalam mencetak generasi yang unggul, mandiri, dan siap bersaing di era global.

Ia menegaskan bahwa madrasah harus menjadi ruang tumbuhnya generasi perempuan yang tidak hanya berpendidikan tinggi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kontribusi nyata bagi masyarakat.


“Selamat Hari Kartini 2026. Mari kita lanjutkan perjuangan beliau dengan kerja nyata, dengan pendidikan yang berkualitas, dan dengan membentuk generasi yang berkarakter kuat serta berjiwa pengabdian,” tutupnya.


Dengan semangat Kartini, MAN 2 Solok berharap seluruh peserta didik mampu menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik, serta menjadi bagian dari generasi emas Indonesia yang berdaya saing dan berakhlak mulia.( Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar