Padang.SumbarMaju.com – Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumbar, Kamis (16/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Kanwil Kemenag Sumbar tersebut merupakan bagian dari pendalaman data dan analisis legislasi atas permintaan Komisi VIII DPR RI, khususnya terkait penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor pada fase tanggap darurat hingga pascabencana.
Rombongan Setjen DPR RI dipimpin oleh Sali Susiana, dan disambut oleh jajaran Kanwil Kemenag Sumbar, di antaranya Kepala Bagian Tata Usaha Edison serta para pejabat bidang pendidikan madrasah, Papkis, Urais, dan SDM.
Dalam sambutannya, Edison menegaskan pentingnya validitas data sebagai dasar penyusunan kebijakan di tingkat pusat.
“Setiap bidang harus menyampaikan kondisi riil di lapangan secara detail dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Puluhan Ponpes Terdampak. Dalam pemaparan data, Kemenag Sumbar mencatat 16 pondok pesantren terdampak bencana, dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Delapan ponpes dilaporkan mengalami kerusakan kategori berat, di antaranya Pesantren Haraqatul Quran Padang, MTI Salareh Aia Palembayan, dan PP Quran Taajul Huffazh Agam.
Sementara lainnya tersebar dalam kategori sedang dan ringan di sejumlah kabupaten/kota.
58 Madrasah Rusak, Sebagian Direlokasi
Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Kemenag Sumbar juga mencatat 58 madrasah terdampak, terdiri dari RA, MI, MTs, dan MA.
Dari jumlah tersebut, 31 madrasah mengalami kerusakan berat, 18 rusak sedang, dan 6 rusak ringan. Selain itu, terdapat tiga madrasah yang direkomendasikan untuk relokasi karena kondisi lokasi yang tidak lagi aman.
Pihak Kemenag Sumbar menilai masih terdapat ketimpangan dalam penyaluran bantuan, terutama antara madrasah negeri dan swasta.
29 Rumah Ibadah Juga Terdampak.
Selain lembaga pendidikan, bencana juga menyebabkan kerusakan pada 29 rumah ibadah, yang terdiri dari 13 masjid dan 16 mushalla di berbagai daerah di Sumatera Barat.
Ratusan Siswa dan ASN Terdampak.
Dari sisi sumber daya manusia, tercatat 704 siswa terdampak telah menerima bantuan langsung, sementara 243 ASN Kemenag Sumbar juga terdampak, dengan kondisi rumah mulai dari rusak ringan hingga hanyut.
DPR RI Soroti Dampak Psikologis.
Perwakilan Setjen DPR RI, Dwiarti, menekankan bahwa dampak bencana tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis dan sosial, terutama terhadap proses pembelajaran.
“Gangguan terhadap proses belajar harus menjadi perhatian serius, termasuk aspek psikososial peserta didik,” ujarnya.
Dorongan Pemerataan dan Evaluasi Bantuan
Kemenag Sumbar menegaskan perlunya penguatan kebijakan, termasuk pemerataan bantuan, percepatan rehabilitasi, serta penguatan digitalisasi madrasah.
Komitmen Tindak Lanjut ke Pusat.
Menutup kegiatan, pimpinan rombongan Setjen DPR RI, Sali Susiana, menyampaikan bahwa seluruh masukan akan dibawa ke tingkat komisi dan pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti.
“Kami akan memastikan adanya keselarasan antara program, regulasi, dan kebutuhan di lapangan,” ujarnya. ( Yef)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar