PADANG.SumbarMaju.com — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa, menyampaikan orasi ilmiah dalam Wisuda Angkatan ke-78 Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Sabtu (25/4/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung di Convention Hall Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif tersebut diikuti ratusan wisudawan dan menjadi momentum penguatan peran pendidikan dalam menghadapi krisis lingkungan.
Dalam orasinya, Mustafa menyoroti kondisi lingkungan yang kian mengkhawatirkan dan sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa persoalan lingkungan bukan lagi isu jangka panjang, melainkan realitas yang membutuhkan respons cepat dan terukur.
“Persoalan lingkungan hari ini sudah kita rasakan bersama. Ini bukan lagi isu jauh, tetapi sudah ada di sekitar kita,” ujarnya di hadapan para wisudawan.
Menurut Mustafa, dunia pendidikan—khususnya madrasah—memiliki posisi strategis dalam membentuk kesadaran ekologis generasi muda.
Untuk itu, Kementerian Agama mendorong konsep Transformasi Madrasah Berkelanjutan sebagai pendekatan baru dalam menjawab tantangan lingkungan melalui pendidikan berbasis nilai.
Ia menjelaskan, madrasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembelajaran ilmu agama, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter peduli lingkungan.
Pendekatan ini mengintegrasikan nilai keimanan, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam praktik pendidikan sehari-hari.
Salah satu implementasinya diwujudkan melalui gerakan GEMMES BERSERI. Program ini mendorong madrasah untuk mengelola sampah menjadi bernilai ekonomi, menjaga kebersihan lingkungan, serta memanfaatkan teknologi secara produktif.
“Kita ingin ada perubahan cara pandang. Nilai keimanan, sains, dan teknologi harus berjalan bersama dalam praktik di madrasah,” jelas Mustafa.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kualitas pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan sistem pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Rektor UMSB, Riki Saputra, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sumatera Barat.
Ia juga mengingatkan para wisudawan agar tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Kami berharap para wisudawan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu mengambil peran di berbagai bidang dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan tokoh pendidikan, di antaranya Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Hendri Pani Dias, Ketua Tim Kerja SDM dan Hukum Fauqa Nuri Ichsan, Ketua Tim Kerja Kurikulum Afrizal, Wakil Koordinator Kopertais Wilayah VI Sumatera Barat Martias, perwakilan LLDIKTI Wilayah X Taufik, serta unsur Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan civitas akademika UMSB.
Wisuda ke-78 ini tidak hanya menjadi ajang seremonial kelulusan, tetapi juga momentum refleksi bagi dunia pendidikan dalam menjawab tantangan global, khususnya terkait krisis lingkungan yang kian mendesak.( Yef)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar