Banjir dan Longsor Terjang Tanah Datar, Lima Rumah Hanyut dan Jembatan Putus di Nagari Taluak.

Banjir dan Longsor Terjang Tanah Datar, Lima Rumah Hanyut dan Jembatan Putus di Nagari Taluak.

Redaksi

Tanah Datar, SumbarMaju.com — Bencana banjir dan tanah longsor kembali mengguncang wilayah Kabupaten Tanah Datar setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan tinggi yang berlangsung terus-menerus menyebabkan debit sungai meningkat drastis dan memicu longsor di sejumlah titik. Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 12/5/2026.

Informasi yang dihimpun dari MDMC Sumatra Barat menyebutkan, bencana tidak hanya terjadi di satu lokasi, namun tersebar di beberapa kecamatan. 


Wilayah terdampak di antaranya Kecamatan Tanjung Emas, Kecamatan Padang Ganting, Kecamatan Lintau Buo, Kecamatan Lintau Buo Utara, serta Kecamatan Sungai Tarab.

Dari seluruh kawasan yang terdampak, kondisi paling parah dilaporkan terjadi di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo. Luapan Sungai Batang Tampo yang berhulu di Gunung Sago meluap deras pada Selasa malam dan menerjang permukiman warga di sepanjang bantaran sungai. Arus yang begitu kuat mengakibatkan lima unit rumah warga hanyut terbawa banjir.


Selain rumah warga yang hanyut, derasnya aliran air juga menyebabkan sedikitnya lima jembatan putus. Putusnya akses penghubung tersebut membuat mobilitas masyarakat terganggu, terutama untuk menuju lahan pertanian, sekolah, dan pusat pelayanan masyarakat. Sejumlah warga terpaksa mencari jalur alternatif untuk beraktivitas.


Tidak hanya merusak permukiman dan infrastruktur, bencana ini juga menghantam sektor pertanian masyarakat. 


Ratusan hektare lahan persawahan dilaporkan rusak akibat terendam banjir dan tertimbun material lumpur serta bebatuan yang terbawa arus. Kerusakan sawah ini diperkirakan akan berdampak pada hasil panen masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.


Warga yang terdampak saat ini membutuhkan bantuan darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar. Di antaranya makanan siap saji, air bersih, sembako, perlengkapan kebersihan atau higiene kit, selimut, alas tidur, serta family kit untuk keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Bantuan tersebut dinilai sangat penting mengingat sebagian warga masih bertahan di lokasi pengungsian maupun di rumah kerabat terdekat.


Relawan MDMC Sumatra Barat bersama unsur terkait terus melakukan pendataan kerusakan, evakuasi warga, serta penyaluran bantuan awal ke lokasi terdampak. Tim juga berupaya memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah situasi darurat pascabencana.


Masyarakat diimbau tetap waspada karena cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Barat. Warga yang tinggal di bantaran sungai maupun lereng perbukitan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan dan longsor lanjutan.


MDMC Sumatra Barat turut mengajak para dermawan, perantau, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu meringankan beban saudara-saudara yang tertimpa musibah. 


Bantuan dan doa diharapkan menjadi kekuatan bagi warga Tanah Datar agar segera bangkit dan pulih dari bencana ini.( Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar