Sijunjung.SumbarMaju.com - Awan duka menyelimuti Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, setelah peristiwa longsor di area tambang emas tradisional menelan korban jiwa pada Kamis (14/5/2026) siang.
Musibah tersebut terjadi di kawasan Sintuk, Jorong Taratak Betung, saat para pekerja tengah melakukan aktivitas penambangan emas di lubang bekas galian yang diduga sudah tidak lagi beroperasi secara resmi.
Aktivitas yang menjadi sumber penghidupan warga itu berubah menjadi tragedi ketika tebing di sekitar lokasi tiba-tiba runtuh dan menimbun para pekerja yang sedang beraktivitas di bawahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya 12 orang pekerja berada di lokasi kejadian saat peristiwa terjadi, sebagian menggunakan mesin dompeng dan sebagian lainnya melakukan pendulangan emas secara manual.
Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah melalui Kasat Reskrim AKP Hendra Yose membenarkan adanya peristiwa longsor yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB tersebut.
Saat kejadian, tanah dari tebing setinggi kurang lebih 30 meter mendadak bergerak dan meluncur cepat ke arah area tambang, menimbun seluruh aktivitas pekerja di bawahnya.
Suasana panik tidak dapat dihindari, para pekerja yang berada di lokasi berusaha menyelamatkan diri, namun derasnya material longsor membuat banyak di antara mereka tidak sempat menghindar.
Dari total pekerja yang berada di lokasi, hanya tiga orang yang berhasil selamat, sementara sembilan orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat tertimbun material tanah dan bebatuan.
Proses evakuasi segera dilakukan oleh petugas gabungan bersama warga setempat di tengah kondisi medan yang sulit dan penuh risiko akibat potensi longsor susulan.
Peristiwa ini menambah daftar panjang tragedi tambang tradisional di Sumatera Barat dan menjadi peringatan keras akan pentingnya keselamatan kerja serta pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di lokasi-lokasi rawan bencana.( Yef)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar