Payakumbuh, SumbarMaju.com — Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Aula Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Kamis (30/04/2026), saat MTsN 2 Kota Payakumbuh menggelar haflah tahfizul Quran angkatan ke-18 yang dirangkai dengan penyerahan siswa kelas IX.
Kegiatan ini berlangsung khidmat dan semarak, dihadiri berbagai unsur penting daerah.
Tampak hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa, yang datang bersama rombongan dan disambut langsung oleh Kepala MTsN 2 Payakumbuh, Yarisman, beserta jajaran.
Turut hadir Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, Kepala Kemenag Kota Payakumbuh Hendri Yazid, serta Ketua DWP Kanwil Kemenag Sumbar, Ny. Nursofia Mustafa.
Dalam sambutannya, Mustafa menyampaikan pesan yang lugas namun sarat makna. Ia menegaskan bahwa capaian para hafidz dan hafidzah merupakan anugerah besar yang patut disyukuri, baik oleh siswa maupun orang tua.
“Kepada orang tua, patut berbangga. Tidak semua anak mendapatkan kesempatan seperti ini. Ini adalah nikmat dari Allah yang harus dijaga,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah berbagai tantangan dan godaan lingkungan saat ini, kemampuan anak-anak untuk tetap fokus menghafal Alquran menjadi sesuatu yang luar biasa.
“Di tengah kondisi yang tidak selalu mendukung, anak-anak ini mampu menjaga hati dan pikirannya untuk menghafal Alquran. Ini bukan hal biasa,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak berhenti pada momen haflah semata. Hafalan Alquran, katanya, harus menjadi pedoman hidup dan terus dijaga dalam keseharian.
“Jangan berhenti di sini.
Jadikan hafalan itu sebagai dasar dalam menjalani kehidupan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” pesannya.
Selain itu, Mustafa turut mengapresiasi program yang dijalankan Kemenag Kota Payakumbuh, salah satunya kebiasaan membaca Alquran selama tujuh menit sebelum memulai aktivitas belajar dan bekerja.
Ia menilai kebiasaan sederhana tersebut memiliki dampak besar dalam membentuk karakter jika dilakukan secara konsisten.
“Program ini sederhana, tapi jika dijalankan terus-menerus, akan membentuk karakter generasi Qurani. Ini yang harus dipertahankan,” tegasnya.
Di penghujung acara, satu per satu siswa yang telah menyelesaikan hafalan dipanggil ke depan untuk menerima penghargaan. Suasana haru tak terelakkan, sejumlah orang tua tampak meneteskan air mata, bangga atas pencapaian putra-putri mereka yang telah menjadi hafidz dan hafidzah.( Yef)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar