Kasiarno: Era Ceramah Sudah Lewat, Guru Harus Bergerak dan Berkarya.

Kasiarno: Era Ceramah Sudah Lewat, Guru Harus Bergerak dan Berkarya.

Redaksi

Kabupaten Solok.SumbarMaju.com — Wakil Ketua Majelis DIKDASMEN Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Drs. Kasiarno, S.Hum menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini menuntut perubahan pola pikir dan metode mengajar guru. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan ke MTs Muhammadiyah Sumani, Kamis (30/04/2026), dalam rangka pendampingan penjaminan mutu pendidikan.

Kedatangan Dr. Kasiarno disambut langsung oleh Kepala MTs Muhammadiyah Sumani, Susi Elfina, S.Ag., M.Pd bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan. 


Turut hadir Afrizen Labai Sutan selaku Ketua Bidang Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, serta unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Solok, di antaranya Buya Darman, H. Marjusan, Syafrudin Jaya Pakiah Majolelo, Albert Chaniago, dan Musa Jalaludin.


Dalam sambutannya, Susi Elfina menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kunjungan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut. Ia juga memaparkan kondisi madrasah yang saat ini memiliki 191 siswa dengan dukungan 25 tenaga pendidik termasuk operator sekolah.


“Semoga kehadiran Bapak Dr. Kasiarno dapat membawa semangat baru dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di MTs Muhammadiyah Sumani,” ujarnya.


Dalam arahannya, Dr. Kasiarno menegaskan bahwa metode ceramah semata tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Guru, menurutnya, harus mampu beradaptasi dengan menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan aplikatif.


“Era ceramah sudah lewat. Guru harus bergerak, berkarya, dan memberi contoh nyata kepada peserta didik,” tegasnya.


Ia menjelaskan bahwa komitmen menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Komitmen tersebut adalah janji terhadap diri sendiri untuk melaksanakan setiap program secara serius dan berkelanjutan.


Selain itu, ia juga menekankan pentingnya semangat (ghirah) dalam meningkatkan mutu pendidikan, yang harus diiringi dengan kerja cerdas berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan kreativitas.


“Kerja keras saja tidak cukup. Harus ada inovasi dan kreativitas agar hasilnya benar-benar berkualitas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Kasiarno mengingatkan bahwa setiap program pendidikan harus dilaksanakan secara tuntas sebagai bentuk tanggung jawab profesional guru terhadap amanah yang diberikan.


Dalam kesempatan tersebut, ia juga menggarisbawahi nilai-nilai penting yang harus diterapkan, yakni Mumtaz (unggul), Mawas (introspektif), Sinergitas, Trust (kepercayaan), Ikhlas, serta berorientasi pada kualitas.


Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi MTs Muhammadiyah Sumani untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus memperkuat peran guru sebagai motor penggerak perubahan menuju madrasah yang unggul dan berdaya saing.( Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar