Medison dan Jejak Dedikasi: Pamit dari Solok Menuju Dharmasraya.

Medison dan Jejak Dedikasi: Pamit dari Solok Menuju Dharmasraya.

Redaksi

Kabupaten Solok. SumbarMaju.Com – Suasana mendung yang kerap menyelimuti kawasan perkantoran Arosuka dalam beberapa hari terakhir seakan menjadi latar yang pas di penghujung masa pengabdian seorang birokrat di Kabupaten Solok, Kamis, 7/5/2026.

Di tengah aktivitas ASN yang tetap berjalan normal, tersimpan satu momentum penting dalam perjalanan pemerintahan daerah: berakhirnya masa tugas Medison sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Solok.


Medison resmi menjabat Sekda definitif Kabupaten Solok sejak dilantik pada 24 Januari 2022 oleh Bupati Solok saat itu, Epyardi Asda, di Arosuka. 

Sejak itu, ia berperan penting dalam mengawal jalannya birokrasi, memperkuat koordinasi antar perangkat daerah, serta menjaga stabilitas pelayanan publik.


Selama masa jabatannya, Medison dikenal sebagai sosok birokrat yang tenang, komunikatif, dan terukur dalam pengambilan keputusan. Gaya kepemimpinannya lebih menekankan pada stabilitas kerja dan kehati-hatian dalam merespons dinamika pemerintahan daerah.


Kini, pengabdian tersebut berlanjut ke babak baru. Pada Kamis, 7 Mei 2026, Medison dijadwalkan dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya. Amanah baru ini menjadi kelanjutan dari perjalanan panjang karier birokrasi yang telah ia tempuh selama ini.


Perpindahan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi lingkungan kerja di Kabupaten Solok, termasuk insan pers yang selama ini berinteraksi dalam berbagai aktivitas komunikasi publik.


Ucapan penghormatan pun mengalir sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi serta hubungan baik yang telah terbangun antara birokrasi dan media, melalui komunikasi, kritik, hingga kerja sama dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.


Kini, estafet pengabdian itu bergerak menuju Dharmasraya. Di tempat baru nanti, tantangan tentu berbeda. Dinamika pemerintahan berubah, karakter wilayah berganti, serta ekspektasi publik terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.


Namun pengalaman panjang yang dimiliki Medison diharapkan menjadi modal penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan tetap berorientasi pada pelayanan publik.


Sementara di Kabupaten Solok, nama Medison akan tetap menjadi bagian dari catatan perjalanan birokrasi daerah—sebagai sekda yang menutup pengabdian dengan tenang, lalu melangkah menuju amanah baru dengan jejak dedikasi yang ditinggalkan.( Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar