Ormit SP2MI Agam Lakukan Ferivikasi Data ATS Diberikan Direktorat PNFI

Ormit SP2MI Agam Lakukan Ferivikasi Data ATS Diberikan Direktorat PNFI

Redaksi

AGAM, sumbarmanu.com - Sebanyak 21 Relawan Pendidikan Organisasi Mitra (Ormit) Serikat Penggerak Pendidikan  Masyarakat Indonesia (SP2MI) Agam, melakukan turun kelapangan untuk mendata warga masyarakat Anak Tidak Sekolah (ATS) di 5 wilayah pendataan di kabupaten Agam, setelah dilepas secara resmi oleh Direktur Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah  pada saat pelepasan Relawan Pendidikan Nasional yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Selasa (19/5/2026) yang lalu di Lubukbasung.

Pelepasan relawan pendidikan kabupaten Agam dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia yang dilepas secara virtual zoom meeting, sementara untuk kabupaten Agam dihadiri perwakilan Direktur PNFI Kendy Supriyatna bersama rombongan.  

Mayor (Purn) Imam Syafei selaku sekretaris dan anggota organisasi mitra (Ormit) DPD SP2MI kabupaten Agam saat dihubungi Rabu (27/5/2026) mengatakan bahwa relawan pendidikan Agam sebanyak 21 orang terdiri dari Ormit Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat (SP2MI) untuk Kecamatan Lubuk Basung, Ormit Aisyiyah Kabupaten Agam untuk  Kecamatan Tanjung Mutiara dan Tanjung Raya, Ormit Dompet Dhuafa untuk Kecamatan Palembayan, dan Yayasan Gerakan Beramal Baik untuk Kecamatan Ampek Nagari.

Ketua DPD SP2MI Agam, Zulfikar El Ridho, SE, didampingi Sekretaris Mayor Imam Syafei, menyebutkan tugas Relawan Pendidikan bukan hanya mendata saja, banyak hal yang harus dikerjakan Relawan melalui Aplikasi yang sudah ada dan data sesuai dengan Dukcapil, sedangkan tindak lanjutnya menunggu Informasi atau keputusan dari Kementerin Pendidikan dari Hasil Relawan Pendidikan, katanya 


Dari hasil turun lapangan tim relawan pendidikan Ormit mendata ATS dan pembagiannya  berstatus Anak Tidak Sekolah (ATS), kategori Belum Pernah Bersekolah (BPB), Drop Out (DO), dan Lulus Tidak Melanjutkan (LTM). Hasilnya akan dilaporkan ke kementerian sambil menunggu Informasi atau keputusan dari Kementerin Pendidikan dari Hasil Relawan Pendidikan. 


Mengenai tugas Relawan  hanya mengidentifikasi data anak ATS yang nama-namanya sudah ada  dari pusat. Apakah benar ada atau tidak, kata Imam Syefei. Seandainya memang ada, tugas kita sebagai relawan menyarankan agar mereka mau bersekolah. Boleh masuk ke sekolah formal atau non formal,  pergilah mendaftar sesegera mungkin ke lembaga tersekat. Cuma itu tugas relawan pendidikan memverifikasi dan sesuai aplikasi yang sudah ada dan data tersebut sesuai dengan Dukcapil, sedang tindak lanjutnya menunggu Informasi atau keputusan dari Kementerian Pendidikan dari hasil Relawan Pendidikan tersebut. 


Selama pendataan tim didampingi pemerintah setempat melalui wali nagari, wali jorong dan dari pemerintahan nagari setempat, apakah di rumah, melalui warung atau ditempat yang bisa terdaftar warga sesuai aplikasi dari Dukcapil.


Dari data yang jumlahnya 150 orang itu, ada warga sudah menikah, ada sudah pindah, ada yang sudah meninggal dunia malah banyak yang cacat seperti lumpuh dan lain-lain, tugas kita hanya memverifikasi/mencocokkan data yang ada dengan keadaan sebenarnya, tambah Imam Syafei. (Yun.S)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar