Sumbarmaju. Com, Alahan Panjang, Kab. Solok — Suasana semangat dan optimisme terlihat di Lapas Kelas III Alahan Panjang saat jajaran pemasyarakatan berhasil melaksanakan panen perdana bawang merah dari lahan produktif yang dikelola di lingkungan lapas. Program ketahanan pangan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia itu kini mulai menunjukkan hasil nyata dan menggembirakan.
Di tengah keterbatasan ruang, lahan kosong di sekitar lapas disulap menjadi area pertanian produktif yang ditanami bawang merah, cabai, dan berbagai tanaman hortikultura lainnya. Program tersebut bukan hanya menjadi upaya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga sarana pembinaan bagi warga binaan agar lebih mandiri dan memiliki keterampilan produktif.
Kepala Lapas Kelas III Alahan Panjang, Harianto, S.Sos, M.H, mengatakan keberhasilan panen perdana bawang merah menjadi bukti bahwa pembinaan berbasis pertanian mampu memberikan dampak positif bagi warga binaan maupun lingkungan lapas.
“Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang produktif serta menumbuhkan semangat kerja dan kemandirian,” ujar Harianto, Senin (18/05/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari Program Akselerasi Menteri Imipas yang tidak hanya fokus pada ketahanan pangan, tetapi juga reformasi birokrasi, pemberantasan narkoba dan handphone ilegal di lapas dan rutan, digitalisasi layanan, serta penguatan integritas pegawai.
Melalui program ini, jajaran pemasyarakatan didorong menghadirkan pelayanan publik yang humanis sekaligus menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, bersih dari narkoba, dan produktif.
Panen perdana bawang merah itu menjadi simbol perubahan positif di lingkungan pemasyarakatan. Dari balik tembok lapas, semangat untuk berkarya dan membangun kemandirian terus tumbuh, sejalan dengan komitmen Lapas Kelas III Alahan Panjang dalam mendukung program pemerintah dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (A.R)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar