BUKITTINGGI, sumbarmaju.com - Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar Sholat Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, di Lapangan Wirabraja yang diikuti ribuan jamaah dari berbagai wilayah kota. Bertindak sebagai khatib idul adha Prof. Dr. H. Muchlis Bahar, Lc., M.Ag. Rabu (27/5/2026) berlangsung khidmat, aman dan lancar.
Wali Kota Bukittinggi H.M. Ramlan Nurmatias, SH, dalam sambutannya menyampaikan sejumlah pesan penting terkait pembangunan dan kehidupan sosial kemasyarakatan di Kota Bukittinggi, diantaranya persiapan menyambut peringatan 100 tahun Jam Gadang, dimana sebagai ikon bersejarah dan kebanggaan masyarakat Kota Bukittinggi.
Pemerintah Kota juga menegaskan komitmennya dalam menata kawasan pelataran Jam Gadang melalui penertiban pedagang kaki lima (PKL) demi menjaga keindahan, kenyamanan, dan ketertiban kawasan wisata utama di kota Bukittinggi.
Wali Kota juga mengingatkan masyarakat terhadap ancaman perilaku menyimpang sosial, termasuk LGBT, yang dinilai dapat mempengaruhi generasi muda dan kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, diperlukan peran bersama seluruh unsur masyarakat dalam menjaga nilai adat, agama, dan budaya Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Dalam kesempatan itu Pemerintah Kota Bukittinggi juga menegaskan upaya penertiban rumah kos dan pengawasan terhadap aktivitas yang mengarah pada maksiat. Salah satu langkah yang diperkuat mengaktifkan kembali peran “Parik Paga” di tengah masyarakat sebagai bentuk pengawasan sosial berbasis lingkungan dan adat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi DR. H. Irwan,M.Ag menyampaikan sambutan sekaligus laporan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha dan kondisi keuangan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Bukittinggi,
Dr. H.Irwan menyebutkan bahwa terdapat dua momentum penting dalam perayaan Idul Adha, yakni ibadah haji dan ibadah kurban. Ia berharap seluruh jamaah haji asal Indonesia, khususnya dari Kota Bukittinggi, dapat menjalankan ibadah di Tanah Suci dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur.
Selain itu, ia menegaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan keikhlasan dan kepedulian sosial serta menghilangkan sifat-sifat hewani dalam diri manusia.
Idul Adha merupakan momentum untuk menjaga dan merawat semangat berkurban sekaligus membuang sifat-sifat hewani,” ungkapnya.
Shalat idul adha di lapangan Wirabraja dengan imam Ustadz Darul Aspani, dilanjutkan ceramah khatib Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang Prof. DR. H. Muchlis Bahar,Lc.MA (Yun.S)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar