Yon Deri Karata, Penggerak Utama Prestasi Hapkido Ranah Minang.

Yon Deri Karata, Penggerak Utama Prestasi Hapkido Ranah Minang.

Redaksi

Solok. SumbarMaju.com – Perkembangan Hapkido di Sumatera Barat menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam satu dekade terakhir. Dari sebuah cabang olahraga yang masih baru dikenal, kini Hapkido tumbuh menjadi salah satu kekuatan bela diri yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Di balik perjalanan tersebut, nama Yon Deri Karata menjadi salah satu figur penting yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah perkembangan Hapkido di Ranah Minang.Jumat, 15/5/2026.


Lahir di Solok pada 28 April 1976, Yon Deri Karata dikenal sebagai sosok yang konsisten dalam dunia olahraga bela diri. Pengalamannya dalam berbagai disiplin seperti Taekwondo, Kumdo, hingga Hapkido menjadikannya aktif dalam pembinaan atlet dan penguatan organisasi di daerah.


Saat ini, ia dipercaya sebagai Sekretaris Pengurus Daerah Hapkido Indonesia Sumatera Barat, Wakil Ketua Umum II KONI Kota Solok Bidang Pembinaan Prestasi masa bakti 2026–2030, serta Ketua Yondeka Premiere Hapkido Club (YPC) Sumatera Barat.


Dengan latar pendidikan Strata 2 (S2), Yon Deri Karata membawa visi bahwa Hapkido bukan hanya sekadar olahraga bela diri, tetapi juga media pembentukan karakter, disiplin, dan mental juang generasi muda. 


Filosofi “Hapkido, The Way of Harmony” menjadi landasan dalam setiap langkah pembinaan yang ia lakukan.


Awal Perkembangan Hapkido di Sumbar

Sejarah Hapkido di Sumatera Barat mulai tercatat pada tahun 2014. 


Saat itu, Bambang Satria menjadi salah satu tokoh awal yang memperkenalkan Hapkido setelah mengikuti Seminar Nasional Hapkido Indonesia di Yogyakarta.


Sepulang dari kegiatan tersebut, Hapkido mulai diperkenalkan di beberapa daerah seperti Padang Panjang, Tanah Datar, Bukittinggi, Payakumbuh, hingga Lima Puluh Kota. Dari sinilah embrio komunitas Hapkido mulai terbentuk di Sumatera Barat.


Momentum Seminar Pertama di Padang

Tonggak penting perkembangan Hapkido di Sumbar terjadi pada 14–15 Januari 2017. 


Pada waktu itu, Rolef Leogustri menginisiasi Seminar Hapkido Sumatera Barat pertama yang digelar di Kota Padang.


Kegiatan ini menghadirkan Master Vincentius “Yoyok” Suryadi selaku Founder Hapkido Indonesia.


 Seminar tersebut menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai dojang baru dan memperluas jaringan Hapkido di Sumatera Barat.


Dojang Pertama dan Peran Sentral Yon Deri Karata

Tidak lama setelah itu, pada 1 Februari 2017, Yon Deri Karata mendirikan dojang pertama Hapkido di Sumatera Barat dengan nama Koto Basaga Hapkido Club di Kota Padang.


Dojang ini menjadi pusat awal pembinaan atlet sekaligus titik awal perkembangan Hapkido Sumbar secara lebih terstruktur.


Sejak saat itu, Yon Deri Karata dikenal sebagai salah satu Founder Hapkido Sumatera Barat sekaligus Head Leader. Ia juga merupakan pemegang sabuk hitam DAN 3 WHMAF serta memiliki lisensi pelatih nasional dan internasional, termasuk wasit nasional dan wasit internasional Hapkido.


Di bawah pembinaannya, Hapkido berkembang ke berbagai daerah seperti Kota Padang, Solok, Bukittinggi, Agam, Pasaman Barat, Sijunjung, Sawahlunto, hingga Kota Pariaman.


Masuk KONI dan Pengakuan Resmi. 


Perkembangan signifikan terjadi pada tahun 2019 ketika Hapkido Sumatera Barat resmi diterima sebagai anggota KONI Sumatera Barat. 


Hal ini menjadi pengakuan penting bahwa Hapkido telah menjadi cabang olahraga prestasi di daerah.


Saat ini, organisasi Hapkido Sumbar telah terbentuk di 17 kabupaten/kota dari total 19 daerah di Sumatera Barat.


 Dua wilayah yang masih dalam proses pengembangan adalah Kabupaten Dharmasraya dan Kepulauan Mentawai.


Prestasi yang Terus Mengalir. 


Pembinaan yang berkesinambungan mulai membuahkan hasil. 

Atlet-atlet Hapkido Sumatera Barat berhasil menorehkan berbagai prestasi di ajang nasional hingga internasional, di antaranya:


2018 Kejurnas III Jakarta: 

1 Perunggu. 


2019 Kejurnas IV Semarang: 2 Perak, 2 Perunggu. 


2021 PON XX Papua: 1 Emas, 2 Perak, 1 Perunggu. 


2022 Kejurnas V Padang: 4 Emas, 8 Perak, 9 Perunggu. 


2023 PON Beladiri Bekasi: 

2 Emas, 4 Perak, 4 Perunggu. 


2024 Kejuaraan Asia WHMAF Hongkong: 2 Emas. 


2025 Kejurnas VIII Surabaya: 4 Emas, 4 Perak, 5 Perunggu. 


Salah satu capaian bersejarah adalah saat Sumatera Barat menjadi tuan rumah Kejurnas V Hapkido Indonesia di Kota Padang tahun 2022.


Pembinaan Berkelanjutan Jadi Kekuatan. 


Selain prestasi, fokus utama Hapkido Sumbar adalah pembinaan atlet dan pelatih secara berkelanjutan. Program seperti pelatihan teknik, ujian kenaikan tingkat, pelatda, seleksi atlet daerah, hingga pengembangan wasit terus digalakkan.


Puluhan pelatih sabuk hitam aktif kini tersebar di berbagai daerah, memperkuat sistem pembinaan dari tingkat dasar hingga prestasi.


Harapan ke Depan

Perjalanan Hapkido Sumatera Barat menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan kolaborasi mampu melahirkan prestasi yang membanggakan. Peran tokoh seperti Bambang Satria, Rolef Leogustri, dan terutama Yon Deri Karata menjadi bagian penting dalam sejarah. 


perkembangan Hapkido di Ranah Minang.


Dengan dukungan seluruh elemen, Hapkido Sumatera Barat diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan bela diri yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.( Yef/A3)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar