Danramil 13/ABTB Hadiri Seminar Nasional “Bukittinggi Kota Perjuangan” dalam Rangka 100 Tahun Jam Gadang

Danramil 13/ABTB Hadiri Seminar Nasional “Bukittinggi Kota Perjuangan” dalam Rangka 100 Tahun Jam Gadang

Redaksi

Sumbarmaju.com_Dandim 0304/Agam Letkol Inf Slamet Dwi Santoso, S.I.P., yang diwakili Danramil 13/Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) Kapten Inf Zaimal Candra menghadiri kegiatan Seminar Nasional “Bukittinggi Kota Perjuangan” dalam rangka peringatan 100 Tahun Jam Gadang yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Jalan Belakang Balok, Kelurahan Belakang Balok, Kecamatan ABTB, Kota Bukittinggi.

Seminar nasional tersebut dipandu oleh moderator Hasril Chaniago dengan menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, di antaranya Prof. Dr. Anhar Gonggong, Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan, Dr. Sri Margana, M.Phil., Dr. Zulqayim, M.Hum., dan Dr. Hary Efendi.

Kegiatan dihadiri oleh Wali Kota Bukittinggi H. Ramlan Nurmatias, S.H., Wakil Wali Kota Bukittinggi H. Ibnu Azis, perwakilan Gubernur Sumatera Barat Drs. Jasman, M.M., H., Ketua DPRD Kota Bukittinggi H. Syaiful Efendi, Lc., M.A., perwakilan Sri Sultan Hamengku Buwono X, Tan Sri Dato Seri Utama Dr. Rais Yatim dari Malaysia, unsur Forkopimda, tokoh adat, akademisi, organisasi masyarakat, keluarga pejuang, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, mewakili Gubernur Sumatera Barat, Drs. Jasman menyampaikan bahwa seminar nasional tersebut menjadi momentum penting untuk menggali, merekam, dan mendokumentasikan bukti-bukti sejarah yang memperkuat posisi Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan.

Menurutnya, Bukittinggi memiliki warisan sejarah yang sangat besar dalam perjalanan bangsa Indonesia sehingga perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Seminar ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan satu abad Jam Gadang sebagai upaya melestarikan rekam jejak perjuangan yang berpusat di Kota Bukittinggi.


Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi H. Ramlan Nurmatias menegaskan bahwa Bukittinggi memiliki peran strategis dalam sejarah bangsa, termasuk sebagai pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) serta kota kelahiran Proklamator Republik Indonesia, Mohammad Hatta.


“Bukittinggi adalah kota perjuangan yang memiliki sejarah besar bagi bangsa Indonesia. Kita tidak meminta penghargaan yang berlebihan, namun sejarah tersebut jangan sampai dilupakan oleh generasi penerus,” ujarnya.


Ia berharap melalui momentum 100 Tahun Jam Gadang, berbagai fakta sejarah yang pernah mengukir perjalanan bangsa dapat terus digali dan diperkenalkan kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.


Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Prof. Agus Mulyana, M.Hum., dalam paparannya menyebutkan bahwa Bukittinggi merupakan salah satu episentrum sejarah perjuangan dan identitas budaya Indonesia. Oleh karena itu, pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya harus terus diperkuat melalui berbagai kegiatan edukatif dan akademis.


Pada kesempatan tersebut, Tan Sri Dato Seri Utama Dr. Rais Yatim dari Malaysia juga menyampaikan pandangannya mengenai Jam Gadang sebagai ikon sejarah dan kebanggaan masyarakat Minangkabau. Menurutnya, bangunan bersejarah yang berdiri sejak tahun 1926 itu bukan hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga pusat aktivitas sosial, ekonomi, dan pariwisata yang memiliki nilai sejarah tinggi.


Rangkaian kegiatan seminar turut diisi dengan penampilan Orkes Gamaik Melayu Jam Gadang, penyerahan cendera mata kepada Tan Sri Dato Seri Utama Dr. Rais Yatim, penyerahan dokumen budaya dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta kepada Pemerintah Kota Bukittinggi, dialog seminar, pemaparan materi para narasumber, serta perumusan hasil seminar.


Seminar Nasional “Bukittinggi Kota Perjuangan” menjadi forum akademik dan historis yang bertujuan memperkuat narasi sejarah Kota Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan sekaligus menegaskan kontribusinya dalam perjalanan bangsa Indonesia. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis untuk pelestarian nilai-nilai perjuangan serta penguatan identitas sejarah Kota Bukittinggi bagi generasi mendatang.(Syafrianto) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar