Kakan Kemenag Solok: Kurikulum Berbasis Cinta Kunci Lahirkan Generasi Unggul di Era Digital

Kakan Kemenag Solok: Kurikulum Berbasis Cinta Kunci Lahirkan Generasi Unggul di Era Digital

Redaksi

Sumbarmaju.com, Kab. Solok – Semangat transformasi pendidikan madrasah kembali digaungkan. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, Dr. H. Dedi Wandra, M.A, menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi unggul, berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi tantangan era digital.

Penegasan tersebut disampaikan saat menutup secara resmi Lokakarya Pembelajaran MAN 1 Solok Plus Keterampilan Tahun Pelajaran 2026/2027 yang berlangsung di Hotel Grand Malindo Bukittinggi, Rabu (24/6/2026).


Selama dua hari, seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Solok Plus Keterampilan mengikuti berbagai agenda strategis mulai dari penyusunan perangkat pembelajaran, penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, hingga penyusunan program kerja akademik tahun pelajaran baru.


Di hadapan peserta, Dedi Wandra menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik semata, tetapi juga dari kemampuan guru membangun hubungan yang humanis dengan peserta didik.


“Guru harus menjadi sumber inspirasi dan teladan. Pembelajaran yang dilandasi cinta akan melahirkan peserta didik yang percaya diri, kreatif, berakhlak mulia, dan memiliki semangat belajar yang tinggi,” tegasnya.


Menurut Dedi Wandra, terdapat empat manfaat besar dari penerapan Kurikulum Berbasis Cinta. Pertama, meningkatkan motivasi belajar siswa karena mereka merasa dihargai dan diperhatikan. Kedua, meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup dan interaktif.


Ketiga, membuka ruang tumbuhnya kreativitas dan inovasi peserta didik melalui lingkungan belajar yang positif dan mendukung. Keempat, memperkuat keterampilan abad ke-21 seperti komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan literasi digital yang menjadi kebutuhan penting di masa depan.


“Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar konsep, tetapi harus hadir dalam setiap tindakan guru di ruang kelas. Ketika cinta menjadi dasar pendidikan, maka lahirlah generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala MAN 1 Solok Plus Keterampilan, Febrita, S.Pd., M.Pd.I, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh hasil lokakarya dapat segera diterapkan dalam pembelajaran sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di madrasah.


Penutupan lokakarya ditandai dengan penyerahan hasil kegiatan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, dilanjutkan sesi foto bersama dan doa penutup.


Dengan berakhirnya lokakarya ini, MAN 1 Solok Plus Keterampilan semakin memantapkan langkah menuju madrasah unggul yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan, teknologi digital, dan inovasi pembelajaran untuk melahirkan generasi emas Indonesia. (A.R)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar