Antisipasi Kelebihan Daya, UPT Asrama Haji Embarkasi Padang Perkuat Koordinasi dengan PLN Sambut Kedatangan Jamaah Haji Kloter 1.

Antisipasi Kelebihan Daya, UPT Asrama Haji Embarkasi Padang Perkuat Koordinasi dengan PLN Sambut Kedatangan Jamaah Haji Kloter 1.

Redaksi

PADANG, SumbarMaju.com – Menjelang kedatangan Jemaah Haji Kloter 1 Embarkasi Padang dari Tanah Suci, UPT Asrama Haji Embarkasi Padang terus mematangkan berbagai persiapan guna memastikan proses debarkasi berjalan lancar. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memperkuat koordinasi dengan PLN Rayon Tabing terkait kesiapan dan keandalan pasokan listrik selama berlangsungnya pemulangan jamaah haji.

Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Padang, Dr. H. Afrizen, M.Pd, pada Senin malam (2/6/2026) memimpin rapat koordinasi bersama jajaran terkait untuk membahas kesiapan sarana dan prasarana menjelang kedatangan jamaah.


 Fokus utama rapat tersebut adalah mengantisipasi potensi kelebihan daya akibat meningkatnya penggunaan fasilitas asrama selama masa debarkasi.

Menurut Afrizen, kedatangan ratusan jamaah dalam satu waktu akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan listrik di berbagai fasilitas, mulai dari aula penerimaan jamaah, ruang tunggu, layanan kesehatan, sistem informasi, pendingin ruangan, hingga penerangan di seluruh area asrama.


“Fokus utama kita adalah memastikan sistem kelistrikan asrama aman dari risiko kelebihan daya. Langkah preventif ini sangat penting agar seluruh pelayanan kepada jamaah dapat berjalan optimal dan tanpa hambatan,” ujar Afrizen.


Sebagai bentuk tindak lanjut dari upaya tersebut, UPT Asrama Haji Embarkasi Padang juga telah mengirimkan surat resmi kepada PLN Rayon Tabing tertanggal 1 Juni 2026. Surat bernomor S-154/IAH.03/06/2026 itu berisi permohonan pemeriksaan dan dukungan PLN guna memastikan ketersediaan serta kestabilan daya listrik selama penyelenggaraan debarkasi haji berlangsung.


Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa pemulangan Jemaah Haji asal Sumatera Barat Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi mulai tiba di Indonesia pada 3 Juni 2026. Seluruh jamaah akan terlebih dahulu berkumpul di Aula Asrama Haji Padang sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah masing-masing.


Afrizen menegaskan bahwa keandalan pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kelancaran pelayanan kepada jamaah. Oleh karena itu, koordinasi dengan PLN dilakukan sejak dini agar seluruh potensi gangguan teknis dapat diantisipasi sebelum kedatangan jamaah.


Selain membahas kesiapan kelistrikan, rapat koordinasi juga mengevaluasi berbagai aspek pendukung lainnya, seperti kesiapan petugas pelayanan, kebersihan lingkungan, keamanan, layanan kesehatan, serta mekanisme penerimaan jamaah yang akan datang secara bertahap sesuai jadwal debarkasi.

Berdasarkan jadwal pemulangan yang telah ditetapkan, kedatangan jamaah haji Embarkasi Padang akan berlangsung secara bertahap melalui sejumlah kelompok terbang (kloter) hingga pertengahan Juni 2026. Kondisi tersebut menuntut kesiapan penuh seluruh unsur pendukung agar pelayanan tetap berjalan maksimal.


Menurut Afrizen, sinergi antara UPT Asrama Haji Embarkasi Padang dengan berbagai instansi terkait merupakan kunci sukses pelaksanaan debarkasi haji. Dukungan PLN, pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta seluruh petugas pelayanan sangat diperlukan demi memberikan kenyamanan kepada para tamu Allah yang baru kembali dari Tanah Suci.


“Seluruh jajaran Asrama Haji Padang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah. Kami ingin memastikan proses penerimaan dan pemulangan jamaah berlangsung aman, nyaman, tertib, dan tanpa kendala teknis,” tegasnya.


Surat permohonan pemeriksaan kelistrikan tersebut juga ditembuskan kepada Gubernur Sumatera Barat serta Direktur Jenderal Pelayanan Haji pada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sebagai bentuk koordinasi lintas sektor dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan Debarkasi Haji Embarkasi Padang Tahun 2026. (Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar