Pimpin Peringatan Ke-118 Perang Manggopoh, Wagub Sumbar Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Juang Pahlawan.

Pimpin Peringatan Ke-118 Perang Manggopoh, Wagub Sumbar Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Juang Pahlawan.

Redaksi

Sumbarmaju.com– Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, pimpin Upacara Peringatan ke-118 Perang Manggopoh dan Perang Kamang yang digelar di halaman Kantor Bupati Agam, Padang Baru, Lubuk Basung, Senin (15/6/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal SE MCom, unsur Forkopimda, para kepala OPD, tokoh masyarakat, tokoh adat, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.


Dalam amanatnya, Wakil Gubernur Sumatera Barat menegaskan bahwa peringatan Perang Kamang dan Perang Manggopoh bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk mengenang, menghormati.

 Serta mengambil pelajaran berharga dari perjuangan para pendahulu yang telah mempertaruhkan jiwa dan raga demi mempertahankan martabat serta hak-hak masyarakat dari berbagai bentuk ketidakadilan penjajah.


Menurutnya, semangat perjuangan yang diwariskan para pahlawan harus terus dihidupkan dan dijadikan inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa kini.


“Perang Kamang dan Perang Manggopoh telah meninggalkan nilai-nilai luhur yang sangat berharga bagi generasi penerus. Keberanian, pengorbanan, persatuan, dan semangat memperjuangkan kepentingan bersama merupakan warisan yang harus terus dijaga dan diteruskan,” ujarnya.


Wagub Vasco juga menyoroti lahirnya sosok pejuang perempuan legendaris dari Ranah Minang, yakni Siti Manggopoh. Sosok yang dikenal sebagai Siti Manggopoh tersebut menjadi simbol keberanian perempuan Minangkabau yang berdiri di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat.


“Peristiwa Perang Manggopoh melahirkan tokoh perempuan yang menjadi kebanggaan Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Agam. Siti Manggopoh membuktikan bahwa semangat perjuangan tidak mengenal usia maupun gender,” katanya.


Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai perjuangan para pahlawan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, tantangan zaman saat ini tidak lagi berupa penjajahan fisik, melainkan perjuangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat ekonomi masyarakat, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.



Untuk itu, pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat harus terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan daerah, mengurangi kesenjangan sosial, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata.


Khusus kepada generasi muda, Wagub berpesan agar mampu memahami dan menghayati nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap peristiwa sejarah.


Dengan memahami sejarah, generasi muda akan memiliki karakter yang kuat, rasa cinta tanah air, serta semangat untuk terus berkarya dan berprestasi.


“Jadilah generasi yang cerdas, berkarakter, memiliki jati diri yang kuat, serta mampu menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai inspirasi untuk melangkah maju membangun Sumatera Barat yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” pesannya.


Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat budaya gotong royong, keikhlasan, serta mempererat silaturahmi di tengah kehidupan bermasyarakat.


Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat diraih oleh individu semata, melainkan membutuhkan kerja sama dan kebersamaan seluruh pihak.


“Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, kita yakin mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan dan membawa Sumatera Barat menuju kemajuan yang lebih baik,” tambahnya.


Sementara itu, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, SE MCom, mengatakan bahwa peringatan Perang Manggopoh dan Perang Kamang merupakan momentum penting untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme serta kecintaan terhadap sejarah daerah di kalangan generasi muda.


Menurutnya, perjuangan para pahlawan terdahulu telah memberikan teladan tentang keberanian, persatuan, dan pengorbanan yang patut dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam pelaksanaan pembangunan daerah.


“Semangat yang diwariskan para pejuang harus terus kita jaga dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, perjuangan itu diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta partisipasi aktif dalam mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.


Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen untuk terus melestarikan nilai-nilai sejarah dan kepahlawanan melalui berbagai kegiatan edukatif, sehingga generasi muda tidak melupakan jasa para pejuang yang telah berkorban demi kemerdekaan dan kesejahteraan masyarakat.


Wabup berharap peringatan Perang Manggopoh dan Perang Kamang tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi mampu menjadi sarana refleksi bersama untuk memperkuat persatuan, mempererat rasa kebangsaan, serta membangun karakter generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berdaya saing.


Usai pelaksanaan upacara, Wakil Gubernur Sumatera Barat bersama Wakil Bupati Agam dan rombongan melanjutkan kegiatan dengan berziarah ke makam pahlawan Siti Manggopoh.-"( Syafrianto )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar