Bangun Generasi Dermawan, Kemenag Kabupaten Solok Perkuat Pendidikan Karakter melalui Program Gadis Basolek.

Bangun Generasi Dermawan, Kemenag Kabupaten Solok Perkuat Pendidikan Karakter melalui Program Gadis Basolek.

Redaksi

Kabupaten Solok. SumbarMaju. Com – Menanamkan nilai kepedulian dan semangat berbagi sejak usia dini menjadi salah satu fokus Kementerian Agama Kabupaten Solok dalam membangun generasi yang berakhlak mulia. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi Program Gadis Basolek (Gerakan Amalan Anak Didik Infak Sedekah Bersama Antarkan Solok Lebih Energik Ekonomi Kreatif) kepada para wali murid MTsN 2 Solok, Jumat (10/07).


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, Dr. H. Dedi Wandra, M.A., didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Penyelenggara Zakat dan Wakaf. 


Turut hadir pula perwakilan BAZNAS dan MUI Kabupaten Solok sebagai mitra strategis dalam mendukung penguatan literasi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan madrasah.


Dalam sambutannya, Dr. H. Dedi Wandra menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik peserta didik, tetapi juga dari karakter dan akhlak yang mereka miliki. Menurutnya, madrasah harus mampu melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, memiliki rasa empati, serta terbiasa melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.


Ia menjelaskan bahwa Program Gadis Basolek merupakan gerakan bersama yang mengajak peserta didik untuk membiasakan berinfak dan bersedekah secara sukarela sesuai kemampuan. Nilai yang ingin dibangun bukanlah besar kecilnya nominal yang diberikan, melainkan keikhlasan, kepedulian, dan kebiasaan berbagi kepada sesama.


Melalui program tersebut, peserta didik diharapkan memahami bahwa setiap bentuk kebaikan memiliki nilai ibadah sekaligus manfaat sosial. Kebiasaan berbagi sejak dini diyakini akan membentuk pribadi yang peduli terhadap lingkungan, ringan tangan membantu orang lain, serta memiliki tanggung jawab sosial yang kuat.


Dalam sosialisasi itu, para wali murid juga diajak menjadi bagian dari gerakan tersebut dengan memberikan dukungan dan teladan di lingkungan keluarga. 


Peran orang tua dinilai sangat penting dalam membentuk karakter anak agar nilai-nilai yang diajarkan di madrasah dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.


Perwakilan BAZNAS Kabupaten Solok memaparkan bahwa zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen penting dalam memperkuat solidaritas sosial dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


 Sementara itu, MUI Kabupaten Solok mengajak seluruh pihak untuk menjadikan budaya berbagi sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin.


Pihak MTsN 2 Solok,Kepala Sekolah Erdinal S. Ag menyampaikan apresiasi atas hadirnya Program Gadis Basolek dan menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaannya. 


Sinergi antara Kementerian Agama, madrasah, BAZNAS, MUI, komite, dan wali murid diharapkan mampu menjadikan program ini sebagai gerakan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata.


Melalui Program Gadis Basolek, Kementerian Agama Kabupaten Solok optimistis dapat menumbuhkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter religius, jiwa sosial, dan semangat gotong royong.


 Dengan kolaborasi seluruh pihak, gerakan ini diharapkan menjadi investasi kebaikan bagi masa depan peserta didik sekaligus membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Solok.( Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar