Mustafa Pimpin Deklarasi Anti Kekerasan di Madrasah, Tegaskan Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Pondasi Pendidikan

Mustafa Pimpin Deklarasi Anti Kekerasan di Madrasah, Tegaskan Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Pondasi Pendidikan

Redaksi

Sumbarmaju. Com, Kota Solok – Komitmen menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terus diperkuat Kementerian Agama. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Evaluasi dan Penguatan Pendidikan Madrasah, Pengukuhan Tim Pengembang Kurikulum, Deklarasi Komitmen Bersama Anti Kekerasan dan Bullying di Madrasah, serta Launching Program Inovasi Madrasah yang berlangsung di MAN Kota Solok, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa, tersebut menjadi momentum memperkuat transformasi pendidikan madrasah yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia.


Dalam arahannya, Mustafa mengapresiasi Kantor Kementerian Agama Kota Solok beserta seluruh jajaran yang dinilai mampu menghadirkan agenda strategis dengan melibatkan seluruh unsur pendidikan madrasah dalam satu gerakan bersama.

Menurutnya, tidak boleh ada ruang bagi segala bentuk kekerasan maupun perundungan di lingkungan pendidikan. Guru dituntut tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pembimbing karakter yang memahami kondisi, kebiasaan, dan perkembangan peserta didik.


"Madrasah harus menjadi rumah kedua bagi peserta didik. Tempat mereka merasa aman, dihargai, dicintai, dan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia," tegas Mustafa.


Selain deklarasi anti kekerasan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pengukuhan Tim Pengembang Kurikulum Madrasah. Mustafa berharap tim yang baru dikukuhkan mampu melahirkan inovasi pembelajaran melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, yang menanamkan budaya saling menghormati, saling peduli, dan saling menyayangi dalam kehidupan madrasah.


Ia juga mengajak seluruh unsur pendidikan untuk memperkuat sinergi antara madrasah, orang tua, dan masyarakat sebagai langkah bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sekaligus melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.


Sementara itu, Kepala MAN Kota Solok, H. Maidison, S.Pd., M.S.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat komitmen seluruh warga madrasah untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan berkualitas.


Menurutnya, deklarasi anti kekerasan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi tekad bersama untuk membangun budaya saling menghargai serta memperkuat pendidikan karakter di lingkungan madrasah.


"Melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan berbagai inovasi pembelajaran, kami berkomitmen menjadikan MAN Kota Solok sebagai madrasah yang bebas dari kekerasan, unggul dalam prestasi, serta mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Maidison.


Ia berharap semangat kolaborasi yang terbangun melalui kegiatan tersebut terus berlanjut sehingga madrasah semakin dipercaya masyarakat sebagai lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi unggul, religius, dan berintegritas. (A.R)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar