Setelah Terkendala Lahan, Pembangunan Huntap Korban Bencana di Agam Masuki Tahap Baru.

Setelah Terkendala Lahan, Pembangunan Huntap Korban Bencana di Agam Masuki Tahap Baru.

Redaksi

Sumbarmaju.com– Harapan ratusan korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam untuk segera menempati Hunian Tetap (Huntap) akhirnya mulai menemui titik terang. 

Setelah berbulan-bulan terkendala ketersediaan lahan, kini Pemerintah Kabupaten Agam mendapat solusi berkat dukungan PT. Pelalu Raya yang menyediakan lahan sekitar 1,5 hektare di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.


Sebagai tindak lanjut, Rabu (22/7/2026), Pemerintah Kabupaten Agam bersama Yayasan Buddha Tzu Chi meninjau langsung lokasi yang direncanakan menjadi kawasan pembangunan huntap bagi warga terdampak bencana.

Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, Ruhyat mengatakan, pihaknya telah meninjau lokasi dan menerima hasil kajian kelayakan dari Badan Geologi yang menyatakan lahan tersebut layak untuk pembangunan.


Meski demikian, ia menegaskan masih ada persyaratan penting yang harus segera dipenuhi, yakni penyelesaian sertifikat lahan atas nama Pemerintah Kabupaten Agam.


Menurutnya, Yayasan Buddha Tzu Chi pusat mensyaratkan lahan yang akan dibangun huntap harus berstatus resmi milik pemerintah daerah. 


Jika persyaratan tersebut tidak segera dipenuhi katanya, disayangkan apabila bantuan 160 unit huntap dialihkan ke daerah lain.


“Sayang sekali jika kesempatan ini terlewat, karena masyarakat Agam sangat membutuhkan huntap pascabencana,” ujarnya.


Ruhyat menjelaskan, huntap yang akan dibangun menggunakan material sepablock dengan ukuran bangunan 6×6 meter. Setiap unit akan dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi dan satu dapur, bahkan diupayakan beserta perabot dasar rumah tangga.



Sementara itu, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal mengatakan, bantuan pembangunan huntap sebenarnya telah ditawarkan kepada Kabupaten Agam sejak beberapa bulan lalu. 


Namun, realisasinya tertunda karena pemerintah daerah belum memiliki lahan yang memenuhi syarat.


“Alhamdulillah, kini lahan seluas sekitar 1,5 hektare sudah tersedia berkat partisipasi PT Pelalu Raya. Pemerintah daerah akan segera menuntaskan proses sertifikasi lahan agar pembangunan dapat segera dimulai,” kata M Iqbal.


Dengan begitu, ia mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang bersedia membantu pembangunan huntap, serta PT Pelalu Raya yang telah mencarikan sekaligus menyediakan lahannya.


Di sisi lain, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam, Rinaldi menyebut, lahan yang tersedia saat ini masih belum mencukupi kebutuhan keseluruhan proyek.


Menurutnya, pembangunan 160 unit huntap membutuhkan lahan sekitar dua hektare, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 0,5 hektare yang akan segera diupayakan.


“Kita akan segera mencari tambahan lahan agar seluruh rencana pembangunan 160 unit huntap dapat direalisasikan,” ujarnya.


Dengan mulai tersedianya lahan dan proses administrasi yang tengah dipercepat, pembangunan huntap bagi korban bencana di Kabupaten Agam diharapkan segera terealisasi sehingga masyarakat terdampak dapat segera menempati rumah yang aman dan layak.


Usai kunjungan lapangan, Pemkab Agam menjamu Yayasan Buddha Tzu Chi makan siang, di rumah dinas Bupati Agam.(Syafrianto)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar