Agus Syahdeman: Anak Muda Harus Berani Bicara, Tapi Gagasannya Harus Berdampak.

Agus Syahdeman: Anak Muda Harus Berani Bicara, Tapi Gagasannya Harus Berdampak.

Redaksi

Kabupaten Solok, SumbarMaju.com — Generasi muda tidak cukup hanya memiliki keberanian untuk berbicara di depan publik. Lebih dari itu, setiap gagasan yang disampaikan harus memiliki substansi, relevansi dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan mantan Ketua Partai Demokrat Kabupaten Solok, Agus Syahdeman, SE, yang juga Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon, Kamis (13/8/2026), terkait pelaksanaan Lomba Pidato AHY Muda yang digagas DPP Partai Demokrat.


Menurut Agus Syahdeman, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan pidato untuk mencari peserta yang paling pandai berbicara. 


Ajang itu diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar melihat berbagai persoalan bangsa sekaligus menawarkan gagasan dan solusi.


“Anak muda harus berani bicara, tetapi yang lebih penting adalah apa yang disampaikan memiliki gagasan, data, solusi dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat,” ujar Agus Syahdeman.


Ia mengatakan, perkembangan negara yang semakin dinamis membutuhkan keterlibatan generasi muda. Mereka tidak hanya diposisikan sebagai generasi penerus, tetapi juga harus diberi ruang untuk ikut memberikan kontribusi pemikiran terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Lomba Pidato AHY Muda mengusung tema “Bersama Rakyat, Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan, Merawat Demokrasi.” 


Tema tersebut memberikan ruang kepada peserta untuk menyampaikan pandangan mengenai berbagai tantangan bangsa dari perspektif generasi muda.


“Melalui kegiatan ini, kita ingin melihat bagaimana anak-anak muda membaca persoalan di sekitarnya. Mereka tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga mampu menawarkan solusi yang konstruktif,” katanya.


Menurutnya, kemampuan komunikasi publik merupakan salah satu modal penting bagi generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang begitu pesat, kemampuan menyampaikan gagasan secara baik, santun dan argumentatif menjadi semakin penting.


“Sekarang siapa saja bisa menyampaikan pendapat melalui media sosial. Namun, menyampaikan pendapat harus disertai tanggung jawab. Karena itu, generasi muda perlu belajar menyampaikan gagasan berdasarkan data, fakta dan solusi,” jelasnya.


Dalam Lomba Pidato AHY Muda, peserta dapat memilih sejumlah subtema, di antaranya ekonomi rakyat dan peluang generasi muda, lapangan kerja dan kewirausahaan muda, pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi dan inovasi bangsa, pertanian, pangan dan kemandirian nasional.


Peserta juga dapat mengangkat persoalan daerah, demokrasi yang sehat dan berkeadaban, serta implementasi Asta Cita dalam perspektif generasi muda.

Peserta lomba merupakan pelajar SMA, SMK, MA atau sederajat.


 Setiap peserta wajib mendapatkan bimbingan atau rekomendasi dari anggota Fraksi Partai Demokrat sesuai daerahnya. Setiap anggota Fraksi Partai Demokrat juga diwajibkan mengusulkan sedikitnya satu orang peserta.


Dalam pelaksanaannya, peserta harus menyiapkan naskah pidato, materi pendukung berupa data dan fakta, serta video pidato sesuai ketentuan lomba. Materi pidato wajib merupakan karya orisinal peserta dan tidak mengandung unsur plagiarisme.


Peserta juga diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia yang baik, santun, positif dan membangun. Video pidato selanjutnya diunggah ke media sosial pribadi peserta, baik Facebook, Instagram maupun TikTok.


Durasi pidato ditetapkan selama 3 hingga 5 menit, dengan batas maksimal lima menit serta toleransi waktu maksimal 30 detik. Struktur pidato meliputi pembukaan 30–45 detik, isi pidato 3–4 menit, dan penutup 30–45 detik.


Penilaian dilakukan berdasarkan empat aspek utama, yakni substansi gagasan 40 persen, kemampuan komunikasi 30 persen, kreativitas dan karakter 20 persen, serta kedisiplinan teknis 10 persen.


Agus Syahdeman berharap pelajar di Kabupaten Solok dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mengangkat persoalan-persoalan nyata yang ada di daerah.


“Jangan melihat lomba ini hanya sebagai kompetisi untuk menjadi juara. Jadikan ini sebagai kesempatan untuk belajar, menyampaikan gagasan dan menunjukkan bahwa anak muda daerah juga memiliki pemikiran yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa,” ungkapnya.


Ia menambahkan, keberanian berbicara harus berjalan seiring dengan kemampuan berpikir kritis. Generasi muda perlu membangun tradisi diskusi, membaca persoalan secara objektif dan mampu memberikan solusi tanpa mengabaikan etika serta kepentingan masyarakat.


Lomba Pidato AHY Muda juga menyediakan sejumlah penghargaan bagi peserta terbaik. 


Juara pertama mendapatkan beasiswa Rp5 juta serta kesempatan mengikuti aktivitas kerja AHY selama satu hari. 


Sementara finalis terbaik pada kategori lainnya juga memperoleh beasiswa dan paket penghargaan dari DPP Partai Demokrat.


Dengan adanya program tersebut, Agus Syahdeman berharap akan lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan berbicara, tetapi juga mempunyai karakter kepemimpinan, keberanian menyampaikan aspirasi dan kemampuan menawarkan solusi bagi persoalan masyarakat.


“Kita ingin anak muda tidak hanya menjadi penonton. Mereka harus berani menyampaikan gagasan, berani menawarkan solusi dan berani mengambil peran untuk masa depan bangsa,” pungkasnya.

( Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar