Limapuluh Kota, Sumbarmaju.com– Wartawan senior, Asroel BB, secara tegas membantah kabar yang mengaitkan namanya dengan penerimaan aliran dana dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Isu yang berkembang mengaitkan namanya dengan dugaan penerimaan dana ilegal yang dikoordinasikan oleh oknum PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota berinisial F.
"Haram bagi saya kalau menerima uang PETI dari PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota," ujar Asroel dengan tegas saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).
Asroel menjelaskan bahwa sebelumnya memang ada seorang anggota PWI Lima Puluh Kota berinisial A yang sempat meminta nomor rekening pribadinya. Namun, permintaan itu secara tegas ia tolak karena tidak ingin terlibat dalam urusan yang berkaitan dengan dana ilegal.
Menurut Asroel, pers memiliki tanggung jawab besar di tengah masyarakat, sehingga independensi harus dijaga ketat dari praktik yang melanggar hukum maupun etika jurnalistik.
"Kita ini lembaga kontrol sosial, pilar keempat demokrasi. Untuk apa kita mengotori baju sendiri demi melancarkan aksi para cukong PETI yang ada di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota," tegasnya.
Ia juga mengaku sangat prihatin melihat dampak lingkungan yang ditimbulkan aktivitas tambang ilegal tersebut. Kerusakan alam akibat penggunaan alat berat sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan.
"Sepanjang aliran Sungai Batang Kampar hancur akibat galian ekskavator. Air sungai menjadi sangat keruh, dan dampaknya bahkan sampai dirasakan oleh warga di provinsi tetangga," ungkapnya.
Asroel BB pun meminta Pemerintah Daerah serta aparat penegak hukum tidak tinggal diam dan segera menindaklanjuti persoalan ini secara serius dan menyeluruh.(Agus Suprianto)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar